SUMSEL.WAHANANEWS.CO,Muara Enim — Sepanjang tahun 2025, Polres Muara Enim mencatat dinamika kriminalitas yang kompleks. Di satu sisi, angka kejahatan konvensional menunjukkan tren penurunan. Namun di sisi lain, peredaran narkotika dan kasus-kasus kekerasan masih menjadi ancaman serius bagi rasa aman masyarakat.
Hal tersebut terungkap dalam Press Rilis Akhir Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rupatama Polres Muara Enim, Rabu (31/12/2025), dipimpin langsung Kapolres Muara Enim AKBP Jhoni Eka Putra, didampingi Wakapolres Kompol Septa Eka Yanto, para pejabat utama, serta seluruh Kapolsek jajaran.
Baca Juga:
Polres Muara Enim Bekuk Dua Pengedar Narkoba, 13 Paket Sabu Siap Edar Disita
Kapolres menyampaikan bahwa sepanjang 2025 jumlah tindak pidana di wilayah hukum Polres Muara Enim menurun 38 kasus dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini menjadi indikator positif keberhasilan strategi pengamanan wilayah. Tidak hanya itu, tingkat penyelesaian perkara melonjak tajam dari 83,94 persen menjadi 103,68 persen atau naik sebesar 19,74 persen.
Namun, data kriminal menunjukkan bahwa sejumlah kejahatan berat masih terjadi. Selama 2025, polisi mencatat 8 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), 144 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), dan 13 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Lebih mengkhawatirkan lagi, terdapat 3 kasus pembunuhan yang berhasil diungkap aparat.
Kasus penganiayaan, baik berat maupun ringan, tercatat sebanyak 29 perkara. Sementara itu, kekerasan terhadap perempuan dan anak yang kerap luput dari perhatian publik justru menjadi sorotan tersendiri dengan total 15 kasus sepanjang tahun.
Baca Juga:
Lima Perwira Polres Muara Enim Resmi Dimutasi, Suasana Kenal Pamit Penuh Haru
Di sektor narkotika, Polres Muara Enim mencatat prestasi besar sekaligus ironi. Sebanyak 147 kasus narkoba berhasil diungkap dengan total 172 tersangka. Barang bukti yang disita pun mencengangkan: sabu seberat 1.248,94 gram, ganja 902,18 gram, serta 183 butir pil ekstasi. Angka ini memperlihatkan bahwa Muara Enim masih menjadi sasaran empuk jaringan peredaran narkotika.
Catatan kelam juga terlihat di bidang lalu lintas. Selama 2025 terjadi 209 kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 80 orang, melukai berat 146 orang, dan luka ringan 123 orang. Kerugian material akibat kecelakaan tersebut ditaksir mencapai Rp1,2 miliar. Selain itu, polisi melakukan penindakan terhadap 3.048 pelanggaran melalui tilang dan 3.499 pelanggaran dengan teguran.
Kapolres menegaskan bahwa pengungkapan berbagai kasus tersebut tidak lepas dari intensitas operasi kepolisian, seperti Operasi Pekat, Sikat, Patuh, Zebra, hingga Operasi Lilin yang masih berlangsung sampai awal Januari 2026.