SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim - Pemerintah Kabupaten Muara Enim mulai mempertegas arah politik pembangunan berbasis desa dengan melibatkan pemuda sebagai aktor kunci. Hal itu tercermin dalam pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dan Rapat Kerja Karang Taruna Kabupaten Muara Enim Tahun 2026 yang digelar di Gedung PMD Muara Enim, Selasa (10/2/2026).
Forum yang dihadiri sekitar 250 perwakilan Karang Taruna desa se-Kabupaten Muara Enim itu menjadi ajang konsolidasi kekuatan pemuda dalam mendukung agenda pembangunan daerah yang selaras dengan kebijakan pemerintah kabupaten. Hadir langsung Wakil Bupati Muara Enim Sumarni, yang menegaskan bahwa Karang Taruna tidak lagi diposisikan sekadar sebagai organisasi sosial, melainkan mitra strategis pemerintah dalam menjalankan program pembangunan.
Baca Juga:
PAMA Gelar Mini Soccer Junior League 2026, Cetak Talenta Muda Bermental Juara
“Pemuda desa harus berada di garis depan pembangunan. Karang Taruna harus menjadi kekuatan sosial yang mampu menggerakkan perubahan, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam memastikan program-program pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat,” ujar Sumarni.
Ia menekankan, keterlibatan aktif pemuda menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan pembangunan dan stabilitas sosial di tingkat desa. Menurut Sumarni, pemuda memiliki peran strategis dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang terus berkembang.
Rapat kerja tersebut juga dihadiri berbagai unsur organisasi perangkat daerah dan lembaga strategis, antara lain Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Koperasi, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Staf Khusus Kepemerintahan Kabupaten Muara Enim, serta Persatuan Wartawan Indonesia. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan adanya keseriusan pemerintah daerah dalam membangun orkestrasi kebijakan kepemudaan yang terintegrasi.
Baca Juga:
PAMA Cluster SSBA Gelar Penanaman Pohon sebagai Sarana Edukasi K3 di Lingkungan Sekolah
Dalam konteks politik pembangunan, Sumarni juga mendorong Karang Taruna untuk aktif membangun kolaborasi dengan dunia usaha dan perusahaan yang beroperasi di Muara Enim. Sinergi tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas ruang partisipasi pemuda, memperkuat kemandirian ekonomi desa, serta mendukung stabilitas pembangunan jangka panjang.
“Pembangunan tidak bisa dijalankan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan dukungan pemuda, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat agar program-program daerah berjalan efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui FGD, para peserta merumuskan sejumlah isu strategis, seperti penguatan ekonomi kreatif pemuda, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta peran Karang Taruna dalam mengawal dan mendukung program pembangunan desa. Hasil diskusi ini akan menjadi pijakan penyusunan program kerja Karang Taruna Kabupaten Muara Enim tahun 2026 yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah.