SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim – Cabang olahraga petualangan berbasis navigasi mulai menapakkan langkah strategis di Sumatera Selatan. A Desi Puspa Asni, resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Kabupaten Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Muara Enim masa bakti 2026–2030. Penetapan tersebut berlangsung melalui musyawarah pengurus yang digelar pada Minggu (2/2/2026) di Aula Yayasan Senyum Jiwa Kita Serasan (SJAS), Muara Enim.
Sekretaris FONI Muara Enim, Ahmad Mulyadi, didampingi Ketua Harian Banu Saputra, menjelaskan bahwa musyawarah pengurus berjalan demokratis dan menghasilkan kesepakatan bulat menetapkan Desi sebagai ketua umum. Usai penetapan, forum langsung dilanjutkan dengan rapat pembentukan susunan kepengurusan. Hasil rapat tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Pengurus Provinsi Federasi Orienteering Nasional Indonesia Sumatera Selatan untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK), sebelum digelar agenda pelantikan resmi.
Baca Juga:
Aklamasi Muskab Ke-VII, Iwan Kurniawan Kembali Pimpin KADIN Muara Enim, Siap Menjadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Daerah
“Penetapan ini menjadi titik awal konsolidasi organisasi. Setelah SK terbit, kami akan segera mempersiapkan pelantikan sekaligus menyusun program kerja jangka pendek dan menengah,” ujar Ahmad Mulyadi.
Ia menambahkan, FONI merupakan cabang olahraga yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), sehingga memiliki ruang besar untuk pengembangan olahraga rekreasi sekaligus prestasi.
Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan bahwa FONI Muara Enim ke depan akan fokus melakukan sosialisasi dan pengenalan olahraga orienteering secara masif, terutama di kalangan pelajar mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas basis atlet sekaligus menanamkan budaya olahraga luar ruang yang sehat dan edukatif sejak usia dini.
Orienteering sendiri merupakan olahraga petualangan luar ruangan yang memadukan lari lintas alam dengan kemampuan navigasi menggunakan peta khusus dan kompas. Seorang peserta, yang disebut orienteer, dituntut menemukan sejumlah titik kontrol yang tersebar di medan tidak dikenal dengan waktu tercepat, melalui rute pilihan masing-masing. Olahraga ini menguji ketahanan fisik, ketelitian membaca peta, serta kecerdasan strategi. Selain foot-orienteering (lari), terdapat pula variasi lain seperti mountain bike orienteering, ski orienteering, hingga orienteering adaptif untuk kursi roda. Karena kompleksitasnya, orienteering kerap dijuluki sebagai “catur saat berlari”.
Baca Juga:
HUT ke-79 Muara Enim: Dari Paripurna hingga UMKM, Job Fair, Semangat MEMBARA Menyala di Bumi Serasan Sekundang
Sementara itu, A Desi Puspa Asni menyatakan kesiapannya mengemban amanah dan memajukan FONI Muara Enim secara profesional. Ia menegaskan bahwa kepengurusannya akan diarahkan pada pembinaan atlet berjenjang, mulai dari pengenalan, pelatihan dasar, hingga pembibitan atlet potensial daerah.
“Target utama kami adalah menyiapkan atlet-orienteer Muara Enim yang mampu bersaing di level provinsi, khususnya dalam menyongsong FORPROV Sumsel 2026, di mana Kabupaten Muara Enim dipercaya sebagai tuan rumah,” kata Desi.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan kesiapan daerah, tidak hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai lumbung atlet orienteering Sumatera Selatan.
Dengan kepemimpinan baru dan dukungan pemangku kepentingan olahraga, FONI Muara Enim diharapkan mampu menjadikan orienteering sebagai cabang olahraga unggulan berbasis alam, edukasi, dan prestasi, sekaligus memperkaya khazanah olahraga nasional.