SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim - PD Aisyiyah Muara Enim terus memperkuat peran organisasi perempuan dalam menjawab tantangan penuaan penduduk melalui program Sekolah Lansia. Dengan mengusung tema Lansia Sehat dan Bahagia dengan Gizi Seimbang, kegiatan ini digelar secara rutin di Room Yayasan Senyum Jiwa Kita Serasan (SJAS), Kabupaten Muara Enim, Sabtu (14/2/2026).
Sebanyak 30 peserta perempuan dengan rata-rata usia di atas 60 tahun mengikuti kegiatan yang dirancang sebagai ruang belajar sekaligus ruang sosial bagi para lanjut usia. Program ini tidak hanya menekankan aspek kesehatan fisik, tetapi juga kesejahteraan mental, spiritual, dan kemandirian ekonomi lansia.
Baca Juga:
Libur Akhir Semester Segera Dimulai, Kadisdik Sumedang Imbau Orang Tua Waspadai Cuaca
Ketua PD Aisyiyah Muara Enim, Meitri Taufik Rahman, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia merupakan program berjenjang yang diinisiasi oleh Aisyiyah dari tingkat pusat hingga daerah. Di Kabupaten Muara Enim, program ini telah memasuki pertemuan kedua dan dilaksanakan secara berkala setiap dua pekan.
“Sekolah Lansia ini dirancang sebagai proses pembelajaran yang berkelanjutan. Materinya mencakup kesehatan, keagamaan, ekonomi kreatif, pertanian, hingga kegiatan produktif lainnya. Tujuan utamanya agar para lansia tetap sehat, produktif, mandiri, dan bahagia di usia lanjut,” ujar Meitri.
Menurut Meitri, pendekatan yang digunakan dalam Sekolah Lansia tidak bersifat seremonial, melainkan edukatif dan aplikatif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdiskusi serta mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup lansia secara nyata.
Baca Juga:
18 Sekolah Terendam Banjir di Subulussalam, Belajar Tatap Muka Sementara Dihentikan
Ke depan, peserta Sekolah Lansia juga akan mengikuti prosesi wisuda setelah menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran yang telah disusun secara sistematis. Wisuda tersebut menjadi simbol apresiasi atas semangat belajar para lansia sekaligus pengakuan bahwa usia lanjut bukanlah penghalang untuk terus berkembang.
Meitri berharap program ini dapat memperoleh dukungan lebih luas dari pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan Muara Enim yang sehat, berdaya saing, dan ramah lansia.
“Kami juga berencana membuka kelas keterampilan serta mengintegrasikan Sekolah Lansia dengan program ketahanan pangan. Lansia masih memiliki potensi besar untuk berkontribusi, selama difasilitasi dengan tepat,” katanya.