SUMSEL.WAHANANEWS.CO. Pagar Alam – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pagar Alam terus menunjukkan geliatnya sebagai upaya peningkatan gizi masyarakat yang merupakan salah satu misi Asta Cita yaitu memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia menuju Generasi Indonesia Emas 2045.
Dengan kapasitas produksi ribuan porsi setiap hari, program ini tak hanya menyasar pelajar, tetapi juga kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Baca Juga:
Empat Tahun Buron, Lansia Tersangka Penipuan Jual Beli Tanah Rp87 Juta Akhirnya Ditangkap
Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Pagar Alam, Jepri Zulfikar, mengungkapkan saat ini terdapat 11 dapur MBG yang telah beroperasi. Dalam waktu dekat, tiga dapur tambahan akan segera menyusul di wilayah Sukorejo, Dempo Makmur, dan Nendagung IV.
“Penambahan dapur ini untuk memperluas jangkauan layanan dan memastikan distribusi makanan bergizi dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” ujarnya, Kamis (15/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, Satgas MBG memegang peran strategis, mulai dari mengawasi kualitas makanan, memastikan standar gizi terpenuhi, hingga mengecek kelayakan teknis dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tak hanya itu, koordinasi lintas sektor dan evaluasi berkala juga menjadi bagian penting dalam menjaga program tetap berjalan optimal.
Baca Juga:
Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di Pagar Alam Capai 70 Persen, Dorong Penguatan Ekonomi Warga
Salah satu dapur MBG di wilayah Nendagung III menjadi gambaran nyata skala program ini. Dapur tersebut mampu memproduksi sekitar 2.500 hingga 2.800 porsi makanan per hari, tergantung kebutuhan.
“Operasional dapur berjalan lima hari dalam sepekan, dengan rata-rata produksi mencapai 2.500 hingga 2.800 porsi per hari,” ungkap Lukman, salah satu pengurus SPPG.
Dari total produksi tersebut, lebih dari 2.000 porsi dialokasikan untuk anak-anak sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA. Sementara sekitar 500 porsi lainnya disalurkan melalui Posyandu untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.