SUMSEL.WAHANANEWS.CO. Pagar Alam – Dalam upaya meningkatkan kemampuan manajemen usaha pelaku UMKM, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lembah Dempo menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Pembukuan Sederhana bagi Kelompok Pengrajin Rotan Desa Muara Tenang, Kota Pagar Alam, pada Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih lima jam ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Hibah BIMA.
Baca Juga:
Kejari Pagar Alam Geledah Kantor Bank Sumsel Babel, Usut Dugaan Korupsi Pengajuan KUR Mikro Tahun 2024
Program pengabdian tersebut mengusung tema “Optimalisasi Produksi dan Strategi Pemasaran Digital Pada Kelompok Pengrajin Rotan di Desa Muara Tenang Kota Pagaralam. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Lembah Dempo yang diketuai oleh Yuniansyah, dengan anggota Suprayuandi Pratama dan Laili Dimyati, serta melibatkan dua mahasiswi dari Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak.
Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu para pengrajin rotan meningkatkan daya saing usaha melalui pendampingan yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian dibagi menjadi tiga bidang utama, yaitu peningkatan produksi, penguatan manajemen usaha, dan pemasaran digital. Melalui pendekatan tersebut, para pengrajin diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga dapat mengelola usaha secara profesional dan memasarkan produknya secara lebih luas.
Pada kegiatan kali ini, fokus pelatihan diarahkan pada aspek manajemen usaha, khususnya penyusunan pembukuan sederhana yang dipandu oleh Laili Dimyati. Dalam pemaparannya, Laili menjelaskan pentingnya pembukuan sebagai alat untuk mengetahui kondisi keuangan usaha, menghitung keuntungan, mengontrol pengeluaran, serta menjadi dasar dalam pengambilan keputusan bisnis.
Baca Juga:
Old Star Tanjung Enim Bukit Asam Juara U-42 Kapolres Cup Pagar Alam 2025
“Banyak pelaku usaha kecil yang menjalankan usahanya dengan baik, namun belum memiliki pencatatan keuangan yang teratur. Akibatnya, mereka kesulitan mengetahui secara pasti berapa keuntungan yang diperoleh dan bagaimana perkembangan usahanya. Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa pembukuan sederhana dapat dilakukan dengan mudah dan sangat bermanfaat bagi keberlangsungan usaha,” jelas Laili.
Pelatihan dilaksanakan dengan kombinasi metode ceramah dan praktik langsung.
Pada sesi awal, peserta diberikan penjelasan mengenai konsep dasar pembukuan, pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan transaksi harian, penyusunan buku kas masuk dan kas keluar, serta perhitungan laba dan rugi sederhana. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan pencatatan keuangan yang diperlukan dalam menjalankan usaha kerajinan rotan.