Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung. Para peserta dibimbing untuk mencatat transaksi usaha yang biasa mereka lakukan ke dalam format pembukuan sederhana yang telah disiapkan oleh tim pengabdian. Dalam sesi ini, peserta belajar mencatat pemasukan dari hasil penjualan produk rotan, pengeluaran untuk pembelian bahan baku, biaya transportasi, hingga menghitung selisih antara pendapatan dan biaya yang dikeluarkan.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pengrajin aktif mengajukan pertanyaan terkait pencatatan transaksi usaha sehari-hari dan berbagi pengalaman mengenai kendala yang mereka hadapi dalam mengelola keuangan usaha. Tim pengabdian juga memberikan pendampingan secara langsung kepada setiap peserta agar mampu menerapkan pembukuan sederhana secara mandiri setelah pelatihan berakhir.
Baca Juga:
Kejari Pagar Alam Geledah Kantor Bank Sumsel Babel, Usut Dugaan Korupsi Pengajuan KUR Mikro Tahun 2024
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengrajin rotan Desa Muara Tenang dapat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola administrasi dan keuangan usaha. Pembukuan yang tertib tidak hanya membantu mengetahui perkembangan usaha, tetapi juga menjadi salah satu syarat penting dalam mengakses berbagai program pembiayaan dan pengembangan usaha dari pemerintah maupun lembaga keuangan.
Tim Pengabdian Universitas Lembah Dempo berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan kepada Kelompok Pengrajin Rotan Desa Muara Tenang sesuai dengan tahapan program yang telah direncanakan. Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan kelompok pengrajin rotan mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing di era digital.
[Redaktur: Sobar Bachtiar]