SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Prabumulih - Rasa bangga tak bisa ditutupi dari raut wajah Julaidi (46) dan Medriwati (46)saat melihat putra keduanya, Alifta Rido (17) di antara 98 pemuda Sumatera Selatan (Sumsel) yang berbaris rapi pada upacara penutupan Pertamina Local Community Leaders Program (PLCLP) 2026 di Mako Yon Zipur 2/SG, Prabumulih, Kamis (16/7/2026).
Alifta baru saja selesai menempuh pendidikan karakter dan kebangsaan serta pelatihan juru ikat beban (rigger). Ia mendapatkan bimbingan dari praktisi-praktisi rigger terbaik dalam pelatihan yang diselenggarakan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 tersebut.
Baca Juga:
Pertamina Dukung PSEL Kertamantul, MARTABAT Prabowo-Gibran: Langkah Strategis Atasi Darurat Sampah
Seusai upacara, ia langsung berlari kecil meninggalkan barisan. Alifta menghampiri ayah dan ibunya yang sudah menunggu sejak pagi. Mereka berpelukan, melepas rindu usai terpisah setengah bulan.
"Alhamdulillah, saya sangat bangga Alif bisa selesai dan mendapatkan sertifikat. Dia ini harapan keluarga, semoga jalannya terbuka setelah lulus pelatihan ini," ucap Medriwati dengan mata berkaca-kaca. Medriwati berharap Alifta, anak laki-laki satu-satunya di keluarga tersebut, bisa punya karier cemerlang di perusahaan migas di Muara Enim.
Di sela-sela melepas kerinduan dengan orang tuanya, Alifta bercerita bahwa ia sangat bangga bisa mengikuti dan lulus pelatihan rigger PLCLP 2026. Pemuda asal Muara Enim itu punya mimpi bekerja di industri hulu minyak dan gas (migas). Ia baru saja lulus dari sekolah menengah kejuruan (SMK) jurusan pengelasan sebelum mendapatkan informasi pendaftaran PLCLP 2026.
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Bright Gas Per 14 Juli 2026
"Saya sangat senang bisa membuat bangga orang tua. Setelah ini saya mau melamar kerja di perusahaan-perusahaan migas dengan sertifikat yang sudah didapat," ucap Alifta.
Rasa bangga juga terpancar di wajah Muflihati Zakia (20) alias Caca, pemuda asal Prabumulih yang mengikuti pelatihan teknisi montir sepeda motor pada PLCLP 2026. Caca menjadi satu-satunya peserta perempuan di pelatihan tersebut dan lulus dengan baik.
Ia mengaku sangat terkesan dengan pelatihan yang diberikan langsung oleh tenaga profesional. Lulusan SMK YPS Prabumulih jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor itu mengatakan pelajaran teori dan praktik yang diberikan sangat komprehensif. Caca mengaku banyak belajar dan siap mempraktikan ilmu tersebut di dunia kerja.