“Industri ini penuh tantangan. Kemampuan untuk tetap stabil dalam kondisi yang tidak selalu ideal menjadi kunci utama agar bisa bertahan dan berkembang,” katanya.
Selain aspek fisik dan mental, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang komunikasi informal antar pekerja. Interaksi di luar lingkungan kerja dinilai mampu meningkatkan solidaritas tim dan memperkuat budaya kerja yang positif.
Baca Juga:
Strategi Jitu Williams Antar Sainz Finis Ketiga di GP Qatar 2025
Penguatan budaya keselamatan (safety culture) juga menjadi salah satu tujuan kegiatan ini. Dengan kondisi tubuh yang bugar dan mental yang siap, potensi kecelakaan kerja dapat ditekan, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menerapkan standar keselamatan pertambangan.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari tersebut ditutup dalam suasana kebersamaan. Manajemen menilai Saka Jaya Runner sebagai bagian dari investasi jangka panjang perusahaan dalam membangun SDM unggul yang adaptif terhadap tantangan industri.
Melalui pendekatan ini, Titan Group menegaskan bahwa keberlanjutan operasional tambang tidak hanya ditopang oleh teknologi dan cadangan sumber daya, tetapi juga oleh kualitas manusia di dalamnya. SDM yang sehat, tangguh, dan solid menjadi fondasi utama dalam menjaga kinerja perusahaan di tengah dinamika industri pertambangan nasional.
Baca Juga:
Enam Tren Wisata 2025 Mengemuka, Kemenparekraf Siapkan Strategi Besar Hadapi 2026
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)