SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim,- Upaya memperkuat ketahanan fisik dan mental sumber daya manusia (SDM) di sektor pertambangan terus dilakukan perusahaan. PT Bara Anugrah Sejahtera (BAS), bagian dari Titan Group, menggelar kegiatan lari jarak jauh bertajuk Saka Jaya Runner sejauh 16 kilometer pada Minggu (12/4/2026) sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas kerja di lingkungan tambang.
Kegiatan ini diikuti puluhan karyawan PT BAS, PT Banjarsari Pribumi (BP), serta mitra kerja. Rute dimulai dari Terminal Regional dan berakhir di Desa Saka Jaya, melintasi sejumlah kawasan permukiman seperti Rumah Tumbuh, Perumahan Rapen, hingga Harapan Jaya (Muara Harapan).
Baca Juga:
Strategi Jitu Williams Antar Sainz Finis Ketiga di GP Qatar 2025
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT BAS, Pangihutan Siboro, mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif internal perusahaan untuk menjaga kebugaran karyawan di tengah tingginya tuntutan operasional industri tambang yang membutuhkan ketahanan fisik dan konsistensi mental.
Menurutnya, sektor pertambangan memiliki karakter kerja yang kompleks, mulai dari tekanan target produksi, kondisi lapangan yang dinamis, hingga risiko kerja yang tinggi. Karena itu, kesiapan fisik dan mental menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan dan produktivitas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh karyawan dan mitra kerja tetap dalam kondisi prima. Fisik yang kuat akan berbanding lurus dengan kinerja yang optimal di lapangan,” ujar Pangihutan.
Baca Juga:
Enam Tren Wisata 2025 Mengemuka, Kemenparekraf Siapkan Strategi Besar Hadapi 2026
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat sinergi antar perusahaan dalam grup, khususnya antara PT BAS dan PT BP. Kolaborasi yang solid dinilai penting dalam menjaga stabilitas operasional dan pencapaian target produksi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta ditantang menaklukkan jarak 16 kilometer yang tidak hanya menguji daya tahan fisik, tetapi juga konsistensi dan fokus. Sepanjang rute, peserta harus mampu mengatur ritme dan menjaga stamina, serupa dengan tuntutan kerja di industri tambang yang memerlukan ketahanan jangka panjang.
Lebih jauh, Pangihutan menekankan pentingnya membangun mental tangguh di tengah tekanan kerja. Ia menyebut filosofi “nyaman di tengah ketidaknyamanan” sebagai prinsip yang relevan bagi pekerja tambang.