SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim — Pembangunan panti jompo pertama di Kabupaten Muara Enim mulai dilakukan melalui peletakan batu pertama Uma Wreda yang digagas Yayasan Darussakinah Tanjung Enim. Fasilitas ini dirancang sebagai tempat tinggal sekaligus pusat pembinaan bagi lanjut usia (lansia), terutama yang terlantar.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Staf Ahli Bupati Muara Enim Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, mewakili kepala daerah. Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Muara Enim Sumarni, Kepala Dinas Sosial Lido Septontoni, Kepala Kesbangpol Holika, Camat Lawang Kidul Zulchaidir Sidik, serta unsur Forkopimcam dan perwakilan organisasi perangkat daerah.
Baca Juga:
Sambut HUT Bhayangkara ke-78, Polres Taput Gelar Donor Darah dan Anjang Sana ke Panti Jompo Siborongborong
Pembina Yayasan Darussakinah Tanjung Enim, Filliandri, mengatakan inisiatif pembangunan panti jompo ini berangkat dari temuan lapangan saat kegiatan sosial yang dilakukan pihaknya. Ia menyebut masih banyak lansia di Muara Enim hidup dalam kondisi rentan.
“Kami menemukan lansia yang hidup sendiri tanpa dukungan keluarga, juga yang tidak terawat karena keterbatasan ekonomi. Bahkan ada yang ditinggalkan dalam kondisi sakit,” kata Filliandri.
Menurut dia, selama ini ketiadaan fasilitas panti jompo di Muara Enim membuat penanganan lansia terlantar bergantung pada daerah lain. Sejumlah lansia terpaksa dirujuk ke panti sosial di Palembang dan Ogan Ilir.
Baca Juga:
Pemprov Kalteng Anjangsana ke LKSA untuk Peringati Hari Jadi ke-67
Kondisi tersebut mendorong yayasan untuk membangun Uma Wreda sebagai alternatif layanan sosial di tingkat lokal. “Tujuannya menyediakan tempat tinggal yang layak dan memastikan lansia mendapatkan perawatan yang memadai,” ujarnya.
Pembangunan panti jompo ini ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun. Yayasan menyatakan terbuka untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam pengelolaan dan pengembangan program pelayanan lansia.
Staf Ahli Bupati Muara Enim, Juli Jumantan, menyatakan pemerintah daerah mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai pembangunan Uma Wreda dapat menjadi bagian dari upaya penanganan persoalan sosial, khususnya lansia terlantar.