Tak sedikit warga yang merasa tersentuh karena baru kali ini merasa “sedekat itu” dengan pelayanan pemerintah. Dari simbol kekuasaan, rumah dinas kini menjelma menjadi rumah pelayanan.
Langkah Bupati Edison ini menjadi contoh bagaimana pelayanan publik tidak harus menunggu keluhan, tetapi bisa dimulai dengan empati dan kepedulian. Karena pada akhirnya, esensi kepemimpinan adalah melayani, bukan dilayani.
Baca Juga:
Target Laba Rp5,06 Miliar, BPR Muara Enim Luncurkan Mobil Kas Keliling
[Redaktur: Hendrik Isnaini Raseukiy]