Shofyan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Edison yang dinilainya memiliki komitmen kuat untuk menuntaskan proyek publik yang terbengkalai. Ia menyebut gedung perpustakaan itu sempat menjadi sorotan karena lama tak dimanfaatkan.
“Jujur saja, gedung ini sempat dijuluki ‘rumah hantu’. Tapi berkat komitmen Pak Bupati, kini kita bisa melihat titik terang dan gedung ini akhirnya bisa diselamatkan,” ujar Shofyan.
Baca Juga:
Dari Tambang ke Desa Tangguh Iklim: Pembinaan PAMA Antar Harapan Jaya Raih Proklim Utama Nasional
Simbol Kebangkitan Literasi
Soft launching ini, lanjut Shofyan, bukan hanya seremoni, tetapi juga sinyal perubahan dan semangat baru bagi pengembangan perpustakaan daerah. Kegiatan ini menjadi informasi bagi masyarakat sekaligus motivasi bagi jajaran dinas untuk bekerja lebih maksimal.
“Ini momentum penting. Kami juga sudah mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Provinsi untuk mendukung operasional dan pengembangan perpustakaan ke depan,” tambahnya.
Baca Juga:
Terkuak! Inilah Sosok Pengendali RMK Energy di Balik Lonjakan Bisnis Logistik Batubara Muara Enim
Dengan dipastikannya gedung perpustakaan ini beroperasi awal 2026, Pemerintah Kabupaten Muara Enim berharap fasilitas tersebut kembali menjadi pusat literasi yang hidup, produktif, dan bermanfaat bagi seluruh generasi. Langkah ini menjadi bukti bahwa komitmen pemerintah untuk membangunkan kembali proyek mangkrak bukan sekadar janji, melainkan kerja nyata.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)