"Sabuk Kamtibmas adalah konsep yang menguatkan sinergi seluruh elemen, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga warga. Tujuan utamanya membangun sistem keamanan yang kokoh melalui kebersamaan sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini," ujar Kapolda Sumsel.
Ia menegaskan, pihaknya ingin membangun budaya saling peduli, saling menjaga, dan saling mengingatkan sehingga keamanan menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas aparat kepolisian.
Baca Juga:
Kasus KUR Bank Sumsel Babel Pagar Alam Memanas, Nama Penerima Mirip Legislator Muncul, Kejari Pilih Berhati-hati
Melalui apel dan deklarasi tersebut, seluruh peserta menyatakan komitmen memperkuat koordinasi, komunikasi, serta kerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Wakapolda Sumsel mengatakan, semangat persaudaraan yang dibangun melalui Sabuk Kamtibmas diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendeteksi persoalan keamanan sejak dini sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi.
Selain memimpin Deklarasi Sabuk Kamtibmas, Kapolda Sumsel juga melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan ratusan paket sembako kepada masyarakat serta meninjau pembangunan SMA Taruna Nusantara di Kota Pagar Alam.
Baca Juga:
Dari Glamping hingga Keranjang Sultan, Aesthetic Dempo Siap Dongkrak Wisata Pagar Alam
Melalui gerakan Sabuk Kamtibmas, masyarakat Kota Pagar Alam diharapkan semakin aktif menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diyakini menjadi benteng utama dalam mewujudkan Bumi Besemah yang aman, harmonis, serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
[Redaktur: Sobar Bachtiar]