SUMSEL.WAHANANEWS.CO. Pagar Alam – Polda Sumatera Selatan resmi menggaungkan gerakan Sabuk Kamtibmas di Kota Pagar Alam sebagai strategi memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Deklarasi yang dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho menjadi penegasan bahwa menjaga situasi kamtibmas bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi merupakan kewajiban bersama seluruh komponen masyarakat.
Sabuk Kamtibmas merupakan konsep pengamanan berbasis kolaborasi yang digagas Polda Sumsel untuk menyatukan Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga warga dalam satu sistem pengamanan yang terpadu guna menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif.
Baca Juga:
Kasus KUR Bank Sumsel Babel Pagar Alam Memanas, Nama Penerima Mirip Legislator Muncul, Kejari Pilih Berhati-hati
Gerakan tersebut diwujudkan melalui Apel dan Deklarasi Sabuk Kamtibmas bertema "Merajut Persaudaraan dan Menggiatkan Sinergi dalam Menjaga Kamtibmas Bumi Besemah", yang menjadi simbol komitmen bersama seluruh elemen dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Kegiatan dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugtoho, didampingi Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtama, serta dihadiri unsur Forkopimda, TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat Kota Pagar Alam.
Deklarasi Sabuk Kamtibmas dilaksanakan dalam rangkaian kunjungan kerja Kapolda Sumsel ke Kota Pagar Alam.
Baca Juga:
Dari Glamping hingga Keranjang Sultan, Aesthetic Dempo Siap Dongkrak Wisata Pagar Alam
Kegiatan berlangsung di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, sebagai salah satu daerah yang menjadi lokasi penguatan implementasi konsep Sabuk Kamtibmas.
Kapolda Sumsel menjelaskan, Sabuk Kamtibmas dibentuk sebagai upaya memperkuat kolaborasi seluruh komponen masyarakat agar potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.
Menurutnya, keamanan tidak mungkin terwujud apabila hanya mengandalkan aparat kepolisian. Dibutuhkan kepedulian, partisipasi, dan kebersamaan seluruh masyarakat agar tercipta lingkungan yang aman serta kondusif.
"Sabuk Kamtibmas adalah konsep yang menguatkan sinergi seluruh elemen, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga warga. Tujuan utamanya membangun sistem keamanan yang kokoh melalui kebersamaan sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini," ujar Kapolda Sumsel.
Ia menegaskan, pihaknya ingin membangun budaya saling peduli, saling menjaga, dan saling mengingatkan sehingga keamanan menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas aparat kepolisian.
Melalui apel dan deklarasi tersebut, seluruh peserta menyatakan komitmen memperkuat koordinasi, komunikasi, serta kerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Wakapolda Sumsel mengatakan, semangat persaudaraan yang dibangun melalui Sabuk Kamtibmas diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendeteksi persoalan keamanan sejak dini sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi.
Selain memimpin Deklarasi Sabuk Kamtibmas, Kapolda Sumsel juga melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan ratusan paket sembako kepada masyarakat serta meninjau pembangunan SMA Taruna Nusantara di Kota Pagar Alam.
Melalui gerakan Sabuk Kamtibmas, masyarakat Kota Pagar Alam diharapkan semakin aktif menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diyakini menjadi benteng utama dalam mewujudkan Bumi Besemah yang aman, harmonis, serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
[Redaktur: Sobar Bachtiar]