Mahasiswa dibekali kompetensi mengenai sistem pendaftaran tanah, tata kelola administrasi, pelayanan elektronik, hingga kebijakan pertanahan.
Rizaldi Secondia Putra memilih program studi tersebut karena tertarik mempelajari aspek hukum dan administrasi pertanahan.
Baca Juga:
Kantah Muara Enim Lantik Panitia PTSL 2026 di 6 Desa
"Saya ingin memahami bagaimana proses pendaftaran tanah dapat memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan hak masyarakat," ujarnya.
Program ini menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap pelayanan publik, administrasi pemerintahan, dan kebijakan pertanahan.
Memahami Pertanahan Secara Menyeluruh
Baca Juga:
Kepemimpinan Baru di Kantor Pertanahan Muara Enim, Kinerja Positif Jadi Modal Awal
Sementara itu, Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan menawarkan cakupan pembelajaran yang lebih komprehensif, mulai dari hukum agraria, penyelesaian sengketa tanah, pengadaan tanah untuk pembangunan, hingga pengendalian pemanfaatan ruang.
Taruni asal Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari, mengaku tertarik karena program tersebut banyak menghadirkan praktik lapangan.
"Saya senang kegiatan di luar ruangan dan mencoba hal baru. Di STPN banyak praktik lapangan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat," tuturnya.