Namun, pembangunan era Jokowi di Muara Enim tidak berhenti pada listrik.
Ada pula agenda konektivitas melalui jalan tol. Ruas Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau sepanjang sekitar 115 kilometer dirancang sebagai bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera. Pemerintah mencatat proyek tersebut memiliki indikasi nilai investasi sekitar Rp23,79 triliun dan berstatus Proyek Strategis Nasional. Dalam rencana teknisnya terdapat empat simpang susun, termasuk Muara Enim, Lahat/Merapi, Musi Rawas, dan Lubuk Linggau. ([SIMPUL KPBU - Kementerian PUPR][3])
Baca Juga:
Konsultan Hukum PIK-2: Isu Pagar Laut Dimanfaatkan untuk Menyudutkan Jokowi
Meski demikian, ruas Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau belum dapat disebut sebagai infrastruktur tol yang telah selesai dan beroperasi. Dokumen pemerintah masih mencatat tahapan konstruksi dan operasi sebagai bagian dari linimasa proyek.
Di sisi lain, masyarakat Muara Enim telah merasakan manfaat dari ruas Tol Indralaya-Prabumulih. Jalan tol sepanjang sekitar 64,5 kilometer tersebut resmi beroperasi pada Agustus 2023 dan melewati wilayah Kabupaten Muara Enim. Ruas ini merupakan bagian dari jaringan yang dirancang menghubungkan Simpang Indralaya hingga Muara Enim. ([BPJT][4])
Jika konektivitas adalah satu sisi pembangunan, hilirisasi menjadi sisi lainnya.
Baca Juga:
Prabowo Pilih Sejumlah Menteri Era Jokowi untuk Kabinet Merah Putih, Ini Nama-namanya
Pada 24 Januari 2022, Presiden Jokowi secara langsung melakukan groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di kawasan Tanjung Enim. Saat itu, proyek tersebut dikembangkan PT Bukit Asam, PT Pertamina, dan Air Products & Chemicals.
Gagasan besarnya sederhana tetapi strategis: mengubah batu bara menjadi produk bernilai tambah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.
Ketika groundbreaking dilakukan, pemerintah memperkirakan proyek tersebut mampu menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun, mengurangi impor LPG hingga sekitar satu juta ton per tahun dan menciptakan efek ekonomi melalui investasi serta penyerapan tenaga kerja. ([Kementerian ESDM RI][5])