SUMSEL.WAHANANEWS.Co, Prabumulih - Hari Pendidikan Nasional yang diperingati tiap tanggal 2 Mei menjadi momentum untuk menekankan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif, merata, dan berkarakter. Pertamina Hulu Rokan Zona 4 sebagai elemen dunia industri, khususnya hulu migas, berkomitmen untuk terus berpartisipasi mewujudkannya. Selain beasiswa ikatan non-dinas AKA Migas, PHR Zona 4 juga memiliki program rutin Edukasi Hulu Migas ke sekolah-sekolah dan universitas. Sesi ini selalu disambut antusias generasi muda.
Pertamina EP (PEP) Pendopo Field, bagian dari PHR Zona 4, datang ke SMA PGRI Talang Ubi, PALI pada 27 Februari 2026. Sedari pagi, murid-murid kelas XII nampak antusias. Celoteh obrolan bahwa Pertamina akan datang untuk berbagi pengetahuan tentang industri minyak dan gas (migas) terdengar di ruang-ruang kelas.
Baca Juga:
Muara Enim Bentuk Yayasan Asma Indonesia, Perkuat Edukasi dan Penanganan Penyakit Paru
Dalam sesi edukasi ini, ada Perwira/Pertiwi Pertamina yang memberi wawasan operasi hulu migas yang ada di wilayah tersebut. Meniupkan rasa bangga ke dada, bahwa daerahnya merupakan bagian bumi pertiwi yang kaya akan sumber daya alam. Selanjutnya, akan dikenalkan profesi-profesi yang dibutuhkan di industri ini. Mulai dari ahli geologi, insinyur pengeboran, insinyur perminyakan, spesialis logistik, analis data, hingga humas.
Edukasi disampaikan melalui pembelajaran interaktif, para murid antusias terlibat dan bertanya. "Seru! Kakak pematerinya asik, banyak kasih kuis berhadiah. Jadi tahu ternyata bensin yang ada di motor kita itu sudah diproses panjang banget tahapannya, mulai dari dicari, dibor, disuling di kilang, baru dikirim ke SPBU," kata Wisnu, salah satu siswa di SMA PGRI Talang Ubi.
Dari edukasi-edukasi semacam inilah, PHR mendorong generasi muda menjadi penerus untuk mengelola sumber daya alam Indonesia. Memercikkan mimpi, serta semangat belajar yang menyala.
Baca Juga:
PAMA SSBA Dukung Gen Z Anti Rokok, Perkuat Program Kesehatan di Wilayah Tambang
"Kepo dan tertarik bekerja di Pertamina karena bisa bekerja di laut, di kilang, keliling Indonesia. Jadi motivasi buat lebih serius belajar IPA supaya tercapai," ucapnya.
Cerita serupa juga tampak pada kuliah umum industri migas di Universitas Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), November tahun lalu. Lebih dari seratus mahasiswa menunjukkan antusiasme saat tim Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering berbagi ilmu meliputi gambaran industri hulu migas, peran migas dalam ketahanan energi nasional, proses operasional, serta peluang karier di sektor energi.
Anak-anak muda beralmamater oranye berlomba-lomba mengacungkan tangan. Mereka berebut menyampaikan pertanyaan kepada perwakilan Pertamina yang hadir. Edukasi migas tersebut pun diapresiasi pihak kampus. Rektor Universitas Baturaja Lindawati mengatakan sinergi antara akademisi dan industri seperti ini memberikan nilai tambah bagi mahasiswa-mahasiswa yang akan menjadi generasi penerus bangsa.