SUMSEL.WAHANANEWS.CO,Muara Enim – Siapa bilang mahasiswa vokasi tidak bisa bersinar di kancah nasional? Buktinya, Tengku Nurul Azmi, mahasiswi Akademi Komunitas Industri Pertambangan Bukit Asam (AKIPBA) Tanjung Enim Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan, sukses mencatatkan prestasi membanggakan dengan menyabet juara 3 kategori English Speech Contest pada ajang bergengsi Creative Youth Competition 2025.
Kompetisi tingkat nasional yang digelar oleh Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar, Jawa Timur ini diikuti 20 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan dilaksanakan sepenuhnya secara daring. Meski bersaing ketat, Nurul mampu menembus podium dengan pidato berjudul “The Importance of the Quality of Education for Sustainable Development” yang mengangkat isu tentang pentingnya pendidikan berkualitas demi pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga:
PT Adaro Indonesia Siapkan 500 Rumah Gratis di Tabalong-Balangan untuk MBR
“Kompetisi ini terdiri dari dua kategori, yaitu English Speech Contest dan Poster Design. Saya ikut English Speech Contest dan Alhamdulillah bisa meraih juara 3 tingkat nasional,” ungkap Nurul dengan penuh rasa syukur.
Perjalanan menuju kemenangan tidak instan. Tahap penyisihan dimulai sejak awal Agustus dengan mengunggah video pidato, lalu dilanjutkan babak final pada 13 Agustus 2025. Puncaknya, pengumuman pemenang dilaksanakan sehari setelahnya, 14 Agustus 2025.
Bagi Nurul, capaian ini bukan hanya soal juara, tetapi pengalaman berharga yang mengasah mental, keberanian, dan kemampuan berbahasa Inggris di level nasional. “Walaupun seluruh rangkaian lomba dilakukan online, tantangannya tetap luar biasa dan menjadi ajang pembelajaran yang sangat berarti,” katanya.
Baca Juga:
Pemkab Barito Selatan dan PT Adaro Kolaborasi Percepat Penanganan Stunting untuk Generasi Sehat
Lebih lanjut, Nurul mengaku bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari lingkungan belajar di AKIPBA. Di kampus vokasi yang lahir dari inisiatif PT Bukit Asam Tbk ini, ia banyak mendapat pengalaman baru, mulai dari praktik langsung di area pertambangan, bimbingan dosen-dosen yang selalu memotivasi, hingga kesempatan bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah yang memperkaya wawasan.
“Selama kuliah di AKIPBA, saya banyak belajar hal baru yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan. Memang ada tantangan seperti tugas menumpuk, perbedaan pendapat, dan tekanan hidup di asrama. Tapi justru itu semua menempa saya menjadi pribadi yang lebih kuat,” ucapnya penuh keyakinan.
Nurul juga menyampaikan harapannya agar AKIPBA terus berkembang dan melahirkan lebih banyak mahasiswa berprestasi. “Semoga AKIPBA selalu jaya, terus melahirkan inovasi, dan menjadi kampus yang mampu memotivasi mahasiswanya untuk menambah ilmu dan wawasan. Untuk diri saya sendiri, semoga ilmu yang saya peroleh bisa bermanfaat dan mampu menjadikan saya pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.