Heri menilai konsolidasi organisasi tidak cukup hanya dengan membentuk kepengurusan. Struktur partai harus memiliki aktivitas yang nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan hanya sibuk mengurus organisasi. Kita harus hadir di tengah masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan mereka harus kita dengarkan,” ujarnya.
Baca Juga:
Reskrim Polsek Balige Amankan 2 Pelaku Curanmor
Pertemuan dengan Jokowi juga berlangsung ketika PSI Sumatera Selatan tengah mempersiapkan sejumlah agenda konsolidasi di tingkat kabupaten. Salah satunya persiapan Rakorda PSI Kabupaten Muara Enim yang direncanakan berlangsung pada September 2026.
Heri menyebut pesan Jokowi akan menjadi bagian dari semangat yang dibawa dalam kerja-kerja organisasi PSI di Sumatera Selatan. Ia meminta kader tidak menjadikan politik semata sebagai perebutan kekuasaan, tetapi sebagai sarana memperjuangkan kepentingan publik.
Sebagai mantan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dua periode, Heri juga mengatakan pengalaman pemerintahan membuatnya memahami pentingnya bertemu langsung dengan masyarakat. Menurut dia, banyak persoalan daerah baru dapat dipahami secara utuh ketika pemimpin turun langsung ke lapangan.
Baca Juga:
Kapolres Jakbar Rangkul Satkamling dan Tokoh Masyarakat Jaga Jakarta + Jayakarta On The Spot
Karena itu, ia meminta kader PSI di Sumatera Selatan memperkuat komunikasi dengan masyarakat tanpa membedakan latar belakang politik.
“Kalau kita ingin mendapatkan kepercayaan masyarakat, ya harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Bukan hanya datang saat pemilu,” kata Heri.
Pertemuan dengan Jokowi di Solo pun menjadi suntikan energi bagi Heri dan jajaran PSI Sumatera Selatan. Setelah menerima pesan tersebut, pekerjaan berikutnya adalah membuktikannya melalui aktivitas politik yang lebih dekat dengan masyarakat.