SUMSEL.WAHANANEWS.Co, Solo — Pertemuan Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Selatan, Heri Amalindo, dengan Presiden RI ke-7 Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026), tidak hanya menjadi ajang silaturahmi. Pertemuan tersebut juga menjadi momentum bagi Heri untuk menerima pesan politik dari Jokowi: kader partai harus tetap turun ke masyarakat dan membantu rakyat.
Heri menemui Jokowi di kediamannya bersama sejumlah pengurus PSI Sumatera Selatan. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab. Keduanya terlihat berbincang dalam satu meja membahas sejumlah persoalan.
Baca Juga:
Reskrim Polsek Balige Amankan 2 Pelaku Curanmor
Menurut Heri, pesan Jokowi tersebut menjadi salah satu poin penting dalam pertemuan mereka. Jokowi mengingatkan agar kader PSI tidak kehilangan kontak dengan masyarakat di tengah dinamika politik.
“Pak Jokowi berpesan tetap fokus turun ke masyarakat. Tetap bantu masyarakat,” ujar Heri.
Heri mengatakan pesan tersebut terlihat sederhana, tetapi memiliki konsekuensi politik yang besar. Menurut dia, kerja politik tidak semestinya hanya dilakukan menjelang pemilihan. Kehadiran kader di tengah masyarakat harus berlangsung secara konsisten.
Baca Juga:
Kapolres Jakbar Rangkul Satkamling dan Tokoh Masyarakat Jaga Jakarta + Jayakarta On The Spot
“Bagi saya, pesan Pak Jokowi ini sangat penting. Politik itu pada akhirnya harus kembali kepada kepentingan masyarakat. Kita harus hadir, mendengar keluhan masyarakat dan berusaha memberikan solusi,” kata Heri.
Bagi Heri, arahan tersebut juga menjadi pengingat bagi struktur PSI Sumatera Selatan untuk memperkuat kerja-kerja politik berbasis masyarakat. Pengurus dan kader, kata dia, harus mengetahui persoalan yang dihadapi warga secara langsung, bukan hanya melalui laporan atau agenda organisasi.
Pesan Jokowi itu datang ketika PSI Sumatera Selatan tengah memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat daerah. Sejumlah DPD di kabupaten dan kota mulai merapikan struktur serta menyiapkan mesin politik menghadapi agenda Pemilu 2029.
Heri menilai konsolidasi organisasi tidak cukup hanya dengan membentuk kepengurusan. Struktur partai harus memiliki aktivitas yang nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan hanya sibuk mengurus organisasi. Kita harus hadir di tengah masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan mereka harus kita dengarkan,” ujarnya.
Pertemuan dengan Jokowi juga berlangsung ketika PSI Sumatera Selatan tengah mempersiapkan sejumlah agenda konsolidasi di tingkat kabupaten. Salah satunya persiapan Rakorda PSI Kabupaten Muara Enim yang direncanakan berlangsung pada September 2026.
Heri menyebut pesan Jokowi akan menjadi bagian dari semangat yang dibawa dalam kerja-kerja organisasi PSI di Sumatera Selatan. Ia meminta kader tidak menjadikan politik semata sebagai perebutan kekuasaan, tetapi sebagai sarana memperjuangkan kepentingan publik.
Sebagai mantan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dua periode, Heri juga mengatakan pengalaman pemerintahan membuatnya memahami pentingnya bertemu langsung dengan masyarakat. Menurut dia, banyak persoalan daerah baru dapat dipahami secara utuh ketika pemimpin turun langsung ke lapangan.
Karena itu, ia meminta kader PSI di Sumatera Selatan memperkuat komunikasi dengan masyarakat tanpa membedakan latar belakang politik.
“Kalau kita ingin mendapatkan kepercayaan masyarakat, ya harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Bukan hanya datang saat pemilu,” kata Heri.
Pertemuan dengan Jokowi di Solo pun menjadi suntikan energi bagi Heri dan jajaran PSI Sumatera Selatan. Setelah menerima pesan tersebut, pekerjaan berikutnya adalah membuktikannya melalui aktivitas politik yang lebih dekat dengan masyarakat.
Bagi Heri, pesan Jokowi tersebut sederhana: turun ke lapangan, dengarkan rakyat, dan bantu sebisa mungkin. Tantangannya kini adalah bagaimana pesan itu diterjemahkan menjadi kerja politik nyata di Sumatera Selatan.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)