SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim - Kontestasi internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Muara Enim mulai menghangat. Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar pada 18 April 2026 di Hotel Griya Serasan Sekundang tak sekadar forum rutin organisasi, melainkan arena perebutan kendali struktur partai menjelang pemilu mendatang.
ada 6 nama kader maju dalam bursa calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Muara Enim periode 2026–2030. Mereka adalah M. Chandra, Sefti Agsiadi, Farhan, M. Pasma Ajiansyah, Desy Rianah, dan Zunizar. Banyaknya kandidat menunjukkan tingginya tensi politik internal, sekaligus menandakan bahwa posisi ketua DPC menjadi kunci strategis dalam menentukan arah politik PKB di daerah.
Baca Juga:
Kapolda Sulbar Ajak Semua Elemen Masyarakat Perkuat Silaturahmi Pasca-Pilkada Serentak
Mewakili Ketua Umum PKB, H. Zainul Munaschin menegaskan bahwa dinamika tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi internal partai. Ia menekankan, meski kompetisi berlangsung ketat, PKB tetap mengedepankan musyawarah mufakat sebagai mekanisme utama pengambilan keputusan.
“Perbedaan pilihan adalah hal biasa, tetapi persatuan partai tetap menjadi prioritas,” ujar Zainul dalam sambutannya.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Bupati Muara Enim H. Edison, Ketua BAZNAS Nizomi, perwakilan Kesbangpol Indra Sapri, serta jajaran anggota DPRD dari Fraksi PKB. Kehadiran pemerintah daerah dalam forum ini memperlihatkan bahwa konfigurasi kepemimpinan PKB ke depan juga akan berpengaruh pada pola relasi politik di tingkat lokal.
Baca Juga:
KPU Siapkan Format Baru Debat Kandidat di Pilkada 2024 Maksimal 3 Sesi
Bupati Edison secara terbuka menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru PKB mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Ia menyinggung pentingnya dukungan politik terhadap program prioritas daerah, khususnya MEMBARA (Muara Enim Bangkit, Rakyat Sejahtera).
“Sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan pembangunan,” kata Edison.
Di sisi lain, Ketua DPC PKB demisioner, M. Chandra, memaparkan capaian elektoral partai sebagai pijakan menghadapi kontestasi berikutnya. Dalam Pemilu Legislatif 2024, PKB Muara Enim berhasil meraih empat kursi DPRD, meningkat dua kursi dari periode sebelumnya. Lonjakan ini, menurut dia, menjadi indikator menguatnya basis dukungan PKB di tingkat akar rumput.
“Capaian ini bukan akhir, tetapi awal untuk kerja politik yang lebih besar ke depan. Struktur partai harus semakin solid untuk menjaga tren positif ini,” ujar Chandra.
Pengamat menilai, Muscab kali ini menjadi momentum krusial bagi PKB untuk menentukan arah strategi politik lima tahun ke depan. Ketua DPC yang terpilih tidak hanya bertugas mengonsolidasikan kader, tetapi juga merancang peta jalan politik menuju pemilu, termasuk dalam membangun koalisi dan memperluas basis pemilih.
Dengan dinamika yang mengemuka, Muscab PKB Muara Enim menjadi gambaran bagaimana partai mulai mengunci kekuatan sejak dini. Perebutan posisi strategis di tingkat cabang menunjukkan bahwa pertarungan politik menuju pemilu tidak hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga berlangsung intens di dalam tubuh partai itu sendiri.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)