SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim - Momentum Hari Bumi Sedunia 2026 dimanfaatkan PT Bara Anugrah Sejahtera (BAS) untuk menegaskan arah baru pengelolaan tambang yang lebih agresif pada aspek keberlanjutan. Perusahaan yang berada di bawah Titan Group ini tampil sebagai salah satu motor penggerak aksi lingkungan di Kabupaten Muara Enim melalui rangkaian program konservasi hingga intervensi langsung ke masyarakat lingkar tambang.
Mengusung tema global “Our Power, Our Planet”, BAS tidak sekadar hadir secara simbolis dalam seremoni yang digelar Pemerintah Kabupaten Muara Enim di kawasan kolam retensi samping Terminal Regional, Kamis (16/4/2026). Perusahaan justru mendorong implementasi konkret yang menyasar isu krusial, degradasi lingkungan, ketahanan ekosistem, dan pengelolaan sumber daya hayati.
Baca Juga:
Prioritaskan Keselamatan, PT BAS Pulau Panggung Enim Buka Bulan K3 Nasional 2026
Pada kesempatan itu, perwakilan manajemen PT BAS, H. Akwam, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam peringatan Hari Bumi bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang industri tambang dalam menjaga keseimbangan antara produksi dan konservasi.
“Bagi kami, keberlanjutan bukan pilihan, tapi keharusan. Salah satu fokus utama adalah memastikan pengelolaan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Bedengung berjalan optimal,” ujarnya.
Kata dia, salah satunya Taman Kehati Bedengung di Kecamatan Tanjung Agung menjadi bukti konkret intervensi BAS dalam menjaga biodiversitas di wilayah operasional. Kawasan ini tidak hanya difungsikan sebagai ruang hijau, tetapi juga sebagai pusat konservasi eks-situ yang berperan dalam menjaga spesies endemik dan cadangan genetik lokal yang kian terancam.
Baca Juga:
PT BAS Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid di Lubuk Ampelas Muara Enim Sumsel
Langkah tersebut dinilai strategis di tengah tekanan aktivitas tambang terhadap ekosistem. BAS menempatkan konservasi sebagai bagian dari mitigasi dampak lingkungan, sekaligus upaya menjaga keseimbangan ekologis di wilayah lingkar tambang.
Tak berhenti di aspek konservasi, BAS juga terlibat dalam aksi lapangan yang berdampak langsung. Kegiatan Hari Bumi tahun ini diisi dengan penebaran benih ikan di kolam retensi sebagai bagian dari restorasi ekosistem air tawar, serta gerakan penanaman 1.500 pohon yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan.
Selain itu, dukungan terhadap pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat juga diperkuat melalui bantuan sarana angkut sampah. Intervensi ini diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah domestik yang kerap menjadi persoalan di wilayah sekitar tambang.