Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Muara Enim disampaikan oleh Bupati H Edison mengapresiasi perusahaan ini karena telah ikut berkontribusi bersama pemerintah daerah pada pelestarian lingkungan dan penghijuan. Kata Edison pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dalam menjawab tantangan lingkungan. Ia secara khusus mengapresiasi peran aktif BAS bersama sejumlah perusahaan lain seperti PT Bukit Asam, PAMA, HBAP, PGN, dan Pertamina.
“Dunia usaha memiliki peran strategis. Kami mengapresiasi perusahaan yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memastikan kelestarian lingkungan tetap terjaga,” kata Edison, pada acara Hari Bumi Tingkat Daerah yang berlangsung pada Kamis (16/4/2026) di Kolam Retensi Terminal Regional Muara Enim.
Baca Juga:
Jakarta Gelap Sejenak di Hari Bumi 2026, Pemprov Ajak Warga Hemat Energi
Di tengah meningkatnya sorotan terhadap praktik pertambangan berkelanjutan, langkah BAS ini menjadi sinyal bahwa transformasi sektor tambang mulai bergerak ke arah yang lebih progresif. Perusahaan tidak lagi sekadar menjalankan kewajiban regulatif, tetapi mulai mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam operasional.
Bagi industri, pendekatan ini bukan hanya soal citra, melainkan investasi jangka panjang. Stabilitas lingkungan dinilai berbanding lurus dengan keberlanjutan operasi tambang itu sendiri.
Melalui aksi yang terukur dan kolaboratif, PT Bara Anugrah Sejahtera menegaskan bahwa masa depan industri tambang tidak bisa dilepaskan dari kemampuannya menjaga bumi. Di Muara Enim, pesan itu disampaikan dengan tegas: produksi berjalan, konservasi harus tetap jadi prioritas.
Baca Juga:
Doa Lintas Spiritualitas di Gunung Padang, Seruan Tobat Ekologis di Hari Bumi
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)