SUMSEL.WAHANANEWS.Co, - SDN 13 Muara Enim memberikan reward berupa Mushaf Al-Qur’an Al Hifz Yunior kepada 15 siswa yang terpilih sebagai kader tutor sebaya baca Al-Qur’an, Senin (2/3/2026).
Kepala SDN 13 Muara Enim, Yurmaidah, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Baca Juga:
Berburu Takjil di Bawah Masjid Jami’ Al Hikmah, Bazar UMKM BTN Air Paku Diserbu Warga
“Sebanyak 15 siswa kami tetapkan sebagai kader tutor sebaya. Mereka akan dibimbing agar mampu menjadi pendamping bagi teman-temannya, terutama adik kelas, dalam membaca Al-Qur’an,” ujar Yurmaidah.
Ia menjelaskan, SDN 13 Muara Enim memiliki 216 peserta didik yang terbagi dalam tujuh rombongan belajar, dengan dukungan 15 guru dan tenaga kependidikan. Sekolah juga telah memiliki fasilitas musala yang dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan rutin, seperti salat duha, praktik salat bagi siswa kelas bawah, pembelajaran Iqra dan Al-Qur’an, serta pembacaan Asmaul Husna.
Guru Pendidikan Agama Islam, Lita Yulinda., menambahkan gerakan baca Al-Qur’an menjadi agenda rutin sekolah, termasuk pembacaan surah-surah Juz Amma setiap Jumat.
Baca Juga:
Kolaborasi IDI IAI Muara Enim, PTBA dan Dinas Kesehatan, 58 Santri Terima Layanan Kesehatan Gratis
“Kami juga mendorong siswa mengikuti kegiatan TPA di masjid sekitar sekolah agar pembelajaran Al-Qur’an berkesinambungan,” katanya.
Ketua Yayasan Mutiara Enim sekaligus Pembina Rumah Sedekah Qur’an (RSQ) Amanah, Winarto, menyampaikan penyaluran mushaf tersebut menyasar sekolah yang memiliki komitmen dalam mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter sesuai Surat Edaran Bupati Muara Enim Nomor 421.1/853/Disdikbud ME-1/2025.
Setelah penyerahan mushaf secara simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi tahsin metode Bukhara melalui pengenalan lagu-lagu kaidah tahsin dan praktik penerapannya.
Program tersebut mendapat dukungan dari Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Muara Enim, Trisia Marni, serta Pengawas Pendidikan Agama Islam, H. Zulhaki.
SDN 13 Muara Enim sebelumnya juga menyandang sejumlah predikat, antara lain Sekolah Adiwiyata Nasional, Sekolah Ramah Anak, Sekolah Model, dan Sekolah Inklusif.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)