Satgas MBG sendiri memiliki peran strategis dalam memastikan program berjalan sesuai standar, mulai dari pengawasan kualitas makanan, pemenuhan gizi, hingga kelayakan teknis dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain itu, satgas juga bertugas mempercepat operasional, mengoordinasikan lintas sektor, serta mengevaluasi berbagai kendala di lapangan.
Berdasarkan data yang dihimpun, setiap dapur MBG di Pagar Alam mampu memproduksi sekitar 2.500 porsi makanan per hari. Sebanyak 2.000 porsi didistribusikan kepada anak-anak sekolah mulai dari PAUD hingga SD, sementara 500 porsi lainnya diperuntukkan bagi masyarakat umum, khususnya balita dan lansia.
Baca Juga:
BGN Perketat Kontrol, Dapur MBG Wajib Lolos 3 Sertifikasi
Program MBG sendiri menyasar kelompok rentan guna meningkatkan asupan gizi, dengan jadwal operasional lima hari dalam sepekan.
Dari sisi pembiayaan, satu porsi makanan MBG ditetapkan sebesar Rp15.000, dengan rincian biaya bahan baku berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000, operasional Rp3.000, serta sewa Rp2.000 per porsi.
Dengan kapasitas produksi yang besar, DLH menilai pengelolaan limbah menjadi aspek krusial yang tidak boleh diabaikan.
Baca Juga:
Mengaku Ditekan “Cucu Menteri”, Kepala SPPG Mengadu ke BGN
“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, tetapi harus dibarengi dengan pengelolaan limbah yang baik. Jangan sampai manfaatnya besar, namun menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari,” tegas Deky.
Redaktur: Sobar Bachtiar