SUMSEL.WAHANANEWS.CO, Palembang - Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sumatera Selatan mengingatkan masyarakat di 17 kabupaten dan kota di provinsi tersebut untuk mewaspadai peredaran produk makanan dan minuman kedaluwarsa menjelang Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.
"Menjelang hari besar keagamaan umat Islam itu biasanya permintaan makanan dan minuman dalam kemasan mengalami peningkatan, kondisi ini perlu diwaspadai kemungkinan beredarnya produk kedaluwarsa seperti tahun-tahun sebelumnya banyak ditemukan di pasaran," kata Pembina YLK Sumsel Rizal Aprizal, di Palembang, Rabu (26/3/2025).
Baca Juga:
BPBD Sumsel Imbau Pemudik Waspadai Jalur Rawan Bencana Selama Mudik Lebaran
Dia menjelaskan, kasus peredaran makanan dan minuman kedaluwarsa sering ditemukan di toko dan pasar swalayan, melihat fakta tersebut masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan lebih berhati-hati serta teliti saat akan membeli produk tersebut.
"Kami mengingatkan masyarakat lebih teliti memeriksa kemasan produk sebelum memutuskan untuk membelinya agar tidak menjadi korban peredaran produk makanan dan minuman kedaluwarsa," ujarnya.
Menurut dia, masyarakat perlu teliti memeriksa keterangan kedaluwarsa dan sik setiap kemasan plastik, kotak, botol, dan kaleng produk makanan atau minuman yang akan dibeli.
Baca Juga:
Konten Rendang 200 Kg Berujung Polemik, Willie Salim Dilaporkan ke Polisi
Produk tersebut jangan langsung diambil atau dimasukkan ke dalam keranjang belanjaan, namun harus dicek terlebih dahulu masa kedaluwarsa, dan penjelasan mengenai izin beredar dari instansi kesehatan maupun perdagangan.
Kewaspadaan yang tinggi dari masyarakat dapat meminimalisasi peredaran produk makanan kedaluwarsa, dan bila perlu memprotes pedagang atau pengelola toko dan pasar swalayan/mini market yang kedapatan menjual produk tidak layak konsumsi tersebut.
Selain itu, masyarakat juga bisa melaporkannya kepada pihak kepolisian, instansi pemerintah terkait atau ke YLK Sumsel untuk dapat diambil tindakan penertiban serta langkah hukum yang diperlukan kepada penjual produk kedaluwarsa.
Tindakan menjual produk yang sudah tidak layak konsumsi itu merupakan perbuatan merugikan konsumen dan melanggar Undang Undang No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan sanksi yang cukup berat bagi masyarakat atau pengusaha yang memperdagangkannya.
Dalam UU Perlindungan Konsumen, hak konsumen di antaranya adalah hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan jasa, hak untuk memilih barang dan jasa serta mendapatkan produk tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan, kata Rizal.
Sebelumnya Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan pihaknya berupaya melakukan inspeksi mendadak secara rutin bersama tim BPOM untuk mencegah beredarnya produk makanan dan minuman kedaluwarsa serta mengandung bahan kimia berbahaya.
Kegiatan tersebut menjelang Lebaran Idul Fitri tahun ini lebih diintensifkan untuk memastikan produk makanan dan minuman yang beredar di pasaran terjamin keamanannya atau layak dikonsumsi, kata Ratu Dewa.
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]