SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim - Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Muara Enim, A Elfin MZ Muchtar, bersama jajaran pengurus PSI Sumatera Selatan menemui Presiden RI ke-7 Joko Widodo di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi politik PSI di Sumatera Selatan sekaligus menyampaikan perkembangan pembentukan struktur partai di daerah.
Baca Juga:
Kaesang Bidik Solo, Ganjar Merespons Santai: Kandang Banteng Masih Kuat Lho...
Elfin datang didampingi Ketua Harian DPD PSI Muara Enim Arya Adhitama dan Staf Khusus DPD PSI Muara Enim Suci Puspita Sari. Didampingi Ketua DPW PSI Sumatera Selatan Heri Amalindo, Bendahara DPW PSI Sumsel Muhammad Erwin, Ketua Bapilu Hanan Zulkarnain, serta jajaran pengurus PSI Kabupaten Musi Banyuasin.
Dalam pertemuan itu, Elfin menyampaikan perkembangan konsolidasi DPD PSI Muara Enim kepada Jokowi. Dia menyebut struktur organisasi PSI di Muara Enim kini telah terbentuk hingga tingkat DPC dan DPRt.
“Bapak Joko Widodo menyambut baik kedatangan rombongan DPW PSI Sumatera Selatan yang dipimpin Ketua DPW PSI Sumsel Bapak H Heri Amalindo,” kata Elfin kepada media.
Baca Juga:
Siap Berkontestasi di Pemilu 2029, PSI Bekasi Serahkan SK Kepengurusan Baru ke KPU
Selain melaporkan perkembangan organisasi, Elfin sekaligus mengundang Jokowi untuk menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kabupaten Muara Enim yang direncanakan berlangsung pada September 2026.
Menurut Elfin, Jokowi memberikan respons positif terhadap undangan tersebut. Namun, kepastian kehadiran masih menunggu koordinasi lanjutan antara DPD, DPW, DPP PSI dan pihak Jokowi.
“Beliau berkenan hadir dan tidak ada halangan pada pertengahan September 2026. Untuk kepastiannya, kami masih terus berkoordinasi dengan pengurus DPW, DPP, dan Bapak Jokowi,” ujarnya.
Elfin mengatakan kehadiran Jokowi dalam Rakorda nantinya akan menjadi momentum penting bagi kader PSI di Muara Enim. Selain memperkuat konsolidasi internal, kegiatan tersebut diharapkan memberikan energi baru bagi struktur partai dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Dia juga menilai Muara Enim memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional. Kabupaten yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bara tersebut memiliki sejumlah proyek strategis di sektor energi dan industri.
Di antaranya pembangunan dan pengoperasian PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 berkapasitas 2x660 megawatt serta PLTU Sumsel-1 berkapasitas 2x300 megawatt. Selain itu, Muara Enim pernah menjadi lokasi groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) yang dilakukan Jokowi pada 2022.
Bagi PSI Muara Enim, berbagai proyek tersebut menjadi bagian dari catatan pembangunan yang tidak bisa dilepaskan dari perjalanan daerah sebagai salah satu kawasan strategis energi di Sumatera Selatan.
“Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Muara Enim, memiliki sejarah penting dalam menunjang pembangunan nasional. Karena itu, kami ingin konsolidasi PSI juga berjalan seiring dengan semangat membangun daerah,” kata Elfin.
Rakorda September mendatang pun diharapkan bukan sekadar forum internal partai. PSI Muara Enim ingin menjadikannya sebagai momentum memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat kedekatan partai dengan masyarakat.
Elfin menegaskan, konsolidasi organisasi akan terus dilakukan agar seluruh struktur PSI di Kabupaten Muara Enim semakin solid dan mampu menjalankan agenda politik partai secara terukur.
Bagi PSI, pertemuan dengan Jokowi di Solo menjadi salah satu tahapan konsolidasi menuju agenda politik yang lebih besar. Sementara bagi Muara Enim, rencana kehadiran mantan presiden tersebut kembali membuka ruang bagi daerah untuk menunjukkan posisi strategisnya dalam peta pembangunan dan politik Sumatera Selatan.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)