"Kalau memang sudah sesuai prosedur tentu akan kita lantik. Kita tidak mau terlalu lama ada kekosongan jabatan eselon II ini," tegasnya.
Diketahui, Panitia Seleksi Terbuka JPTP sebelumnya telah menetapkan 24 peserta terbaik atau tiga besar calon untuk delapan jabatan pimpinan tinggi pratama.
Baca Juga:
Plt Bupati Tinjau Lokasi Kebakaran di Panang Enim, Dua Rumah Ludes Dilalap Api
Delapan jabatan tersebut meliputi Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala BKPSDM, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Dinas Ketahanan Pangan, serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan.
Sebelumnya, hasil seleksi telah disampaikan kepada Bupati Muara Enim nonaktif, H. Edison, selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Namun, pelantikan urung dilaksanakan setelah Edison terjerat perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kondisi tersebut membuat kewenangan menentukan tindak lanjut hasil seleksi kini berada di tangan Plt Bupati Muara Enim.
Baca Juga:
Ratusan Pramuka Muara Enim Berangkat ke Jamda IX Sumsel, Bawa Misi Harumkan Daerah
Sejumlah kalangan menilai percepatan pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama menjadi kebutuhan mendesak di tengah masa transisi pemerintahan daerah. Kehadiran pejabat definitif dinilai penting untuk menjaga stabilitas birokrasi, mempercepat pengambilan keputusan, serta memastikan program pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)