Prof. Nana Kariada Tri Martuti mengapresiasi inisiatif tersebut karena berhasil menggabungkan kegiatan silaturahmi dengan aksi konservasi yang berdampak langsung bagi lingkungan. Menurutnya, keberhasilan pelestarian mangrove membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, dunia usaha, pemerintah, media, hingga masyarakat.
Sementara itu, Vania F. Herlambang menilai penanaman mangrove merupakan investasi lingkungan jangka panjang. Menurutnya, setiap bibit yang ditanam menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga bumi dan mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Baca Juga:
PAMA SSBA Salurkan Santunan Anak Yatim dan Dhuafa, Perkuat Komitmen Sosial di Muara Enim
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)