SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim – Upaya percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Muara Enim terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Cluster Sumatera Selatan Bukit Asam (SSBA) bersama Puskesmas Tanjung Enim menggelar Lomba Balita Sehat Indonesia Tingkat Kecamatan Lawang Kidul sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Kegiatan yang berlangsung di Puskesmas Tanjung Enim, Kamis (18/6/2026), diikuti 42 balita yang terbagi dalam dua kelompok usia, yakni 6–23 bulan dan 24–59 bulan. Seluruh peserta merupakan perwakilan desa dan kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Enim yang sebelumnya lolos seleksi di tingkat Posyandu.
Baca Juga:
PAMA Bekali 96 Siswa SMKN 2 Muara Enim Kompetensi Kelistrikan Industri
Tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut dirancang sebagai media edukasi bagi para orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, pola asuh yang tepat, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan stunting.
Proses penilaian dilakukan oleh tim tenaga kesehatan Puskesmas Tanjung Enim yang terdiri atas dokter, nutrisionis, dan petugas kesehatan lainnya. Penilaian mencakup status gizi, perkembangan fisik dan motorik, kondisi kesehatan, hingga penerapan pola pengasuhan dalam keluarga.
Kepala Tata Usaha Puskesmas Tanjung Enim, Nurhasanah, mengatakan pencegahan stunting memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, hingga dunia usaha.
Baca Juga:
PAMA SSBA Salurkan 100 Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Dhuafa
"Lomba Balita Sehat bukan sekadar mencari peserta terbaik. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran orang tua agar rutin memantau tumbuh kembang anak, memenuhi kebutuhan gizi sesuai usianya, serta aktif memanfaatkan layanan Posyandu. Langkah-langkah sederhana tersebut sangat menentukan dalam mencegah stunting dan menciptakan generasi yang sehat," ujarnya.
Ia menambahkan, edukasi yang diberikan melalui kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa investasi terhadap kesehatan anak harus dimulai sejak masa emas pertumbuhan.
Dalam kegiatan itu turut hadir CSR Officer PT Pamapersada Nusantara, Joko Budi Santoso dan Devita Sari Sirait. Kehadiran perusahaan menjadi bagian dari dukungan terhadap program pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah operasional.
Joko Budi Santoso menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu fokus program pemberdayaan yang dijalankan perusahaan melalui bidang kesehatan.
"Kolaborasi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui sinergi dengan Puskesmas Tanjung Enim, kami ingin mendorong semakin banyak keluarga memahami pentingnya gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pencegahan stunting sejak dini. Generasi yang sehat adalah fondasi utama pembangunan bangsa," katanya.
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam mendukung program kesehatan masyarakat merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)