SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) bersama PT Bukit Asam (PTBA) dan sejumlah mitra kerja meresmikan Smart Greenhouse Melon di Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Rabu (24/6/2026). Fasilitas pertanian modern tersebut diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat lingkar tambang melalui pengembangan budidaya melon premium berbasis teknologi.
Peresmian dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Muara Enim, organisasi perangkat daerah terkait, Pemerintah Kecamatan Lawang Kidul, Pemerintah Desa Lingga, serta perwakilan perusahaan. Kehadiran berbagai pihak tersebut menandai kolaborasi lintas sektor dalam mendorong diversifikasi ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional pertambangan.
Baca Juga:
PAMA Bekali 96 Siswa SMKN 2 Muara Enim Kompetensi Kelistrikan Industri
Smart Greenhouse mengadopsi teknologi budidaya modern yang memungkinkan pengaturan suhu, kelembapan, sistem irigasi, hingga nutrisi tanaman secara lebih terukur. Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu menghasilkan melon berkualitas premium dengan produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan metode budidaya konvensional.
CSR Department Head PT Pamapersada Nusantara Cluster SSBA, Agung Harikusuma Nugroho, mengatakan pembangunan Smart Greenhouse merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dirancang agar mampu menciptakan sumber ekonomi baru di luar sektor pertambangan.
Menurutnya, perusahaan tidak hanya membangun infrastruktur pertanian, tetapi juga menyiapkan sistem pendampingan agar masyarakat memiliki kemampuan mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Baca Juga:
PAMA SSBA Salurkan 100 Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Dhuafa
"Program Smart Greenhouse ini merupakan bentuk kolaborasi PAMA bersama PT Bukit Asam dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat lingkar tambang. Harapannya, masyarakat memiliki peluang usaha baru yang mampu meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa," ujar Agung.
Pjs General Mining Site Tanjung Enim PT Bukit Asam, Suratman, menyatakan sinergi antardunia usaha menjadi salah satu kunci keberhasilan program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi perusahaan dapat menghasilkan program tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat nyata dan berjangka panjang.
Ia menilai Smart Greenhouse tidak hanya menjadi sarana produksi pertanian modern, tetapi juga membuka peluang lahirnya ekosistem ekonomi baru berbasis agribisnis di Desa Lingga.
"Kolaborasi ini membuktikan bahwa sektor pertambangan dapat berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian. Kami berharap Smart Greenhouse menjadi awal tumbuhnya usaha-usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Selain meningkatkan produksi hortikultura, program tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat kapasitas petani dalam mengadopsi teknologi pertanian modern, serta meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Ke depan, Smart Greenhouse Melon juga diproyeksikan berkembang menjadi kawasan agrowisata edukatif. Konsep tersebut memungkinkan masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat dari hasil panen, tetapi juga dari sektor jasa melalui kunjungan edukasi, pelatihan pertanian modern, hingga pengembangan produk turunan berbasis melon.
PAMA dan PT Bukit Asam menilai diversifikasi ekonomi menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di kawasan lingkar tambang. Melalui pengembangan pertanian modern berbasis teknologi, perusahaan berharap masyarakat memiliki alternatif sumber pendapatan yang berkelanjutan sekaligus mampu meningkatkan daya saing sektor pertanian daerah.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)