"Jadi memang adik saya itu awalnya ada di rumah pasca berlari dari rumahnya di desa Lingga Jaya. Mengetahui pelaku akan datang, ia kemudian berlari ke desa dan bersembunyi," kata dia.
Tina awalnya tak menyangka di rumahnya bakal terjadi pertumpahan darah.
Baca Juga:
Dendam Sawit Berujung Maut, Dua Warga PALI Tewas Dibantai
Sebab, sore itu adiknya pulang ke rumahnya saat pelaku Agus sedang berada di rumah.
Pelaku dan korban akhirnya bertemu.
Tapi karena Agus marah dirinya dan korban kemudian masuk kamar lalu menguncinya.
Baca Juga:
Terungkap di Persidangan, Jenazah WN Spanyol Disekap Hampir 1 Bulan di Belakang Kamar Hotel
Pelaku terus menggedor pintu hingga korban membuka kunci pintu.
"Saat dibuka itulah pelaku langsung membacok korban dengan senjata tajam. Saya tidak bisa apa-apa hanya berteriak minta tolong," tuturnya.
Saat itu, korban hanya merintih kesakitan lalu terkapar bersimbah darah di lantai.