SUMSEL.WAHANANEWS.Co,MUARA ENIM – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Muara Enim mendorong pemerintah daerah memperkuat sistem pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara lebih sistematis dan terukur. Langkah tersebut dinilai penting menyusul meningkatnya potensi kebakaran selama puncak musim kemarau.
Ketua Fraksi PKS DPRD Muara Enim, Jon Dries, mengatakan penguatan pencegahan karhutla telah disampaikan dalam pemandangan umum Fraksi PKS pada rapat paripurna kedua DPRD Muara Enim, 5 Agustus 2026.
Baca Juga:
Prabowo Teken Perpres Nomor 3/2026, Selamatkan 3 Juta Lebih Anak Tidak Sekolah
Menurut Jon, pemerintah daerah telah melakukan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya menetapkan status siaga darurat selama 121 hari serta menyiapkan posko pengaduan di tiga titik wilayah Kabupaten Muara Enim.
Namun, upaya tersebut dinilai perlu diperkuat dengan sistem pencegahan yang mampu menjangkau wilayah rawan hingga tingkat tapak.
"Semakin dini api ditemukan dan ditangani, semakin kecil pula dampaknya terhadap masyarakat, lingkungan, kesehatan, serta aktivitas ekonomi," ujar Jon dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).
Baca Juga:
Wagub Lampung Tegaskan Penguatan Penanggulangan Tuberkulosis Demi Kesehatan Masyarakat Daerah
Jon menyoroti laporan BPBD Kabupaten Muara Enim yang mencatat adanya kebakaran hutan dan lahan di empat wilayah pada Sabtu (8/8/2026). Kejadian tersebut dilaporkan terjadi di Kecamatan Muara Enim, Lawang Kidul, Gunung Megang, dan Gelumbang.
Karena itu, anggota DPRD dari daerah pemilihan II tersebut mendorong pemerintah memperkuat patroli terpadu dengan melibatkan BPBD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, dunia usaha, serta Masyarakat Peduli Api.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi juga perlu diperluas untuk mempercepat deteksi dan respons terhadap potensi kebakaran. Teknologi tersebut antara lain pemantauan titik panas, sistem peringatan dini, kamera pengawas, hingga sistem pelaporan cepat berbasis masyarakat.