Dari hasil pemantauan saat kunjungan, tidak ditemukan hotspot maupun titik api di seluruh lokasi yang diperiksa. Kondisi area operasional PT BAS terpantau aman dari indikasi kebakaran.
Pemantauan lapangan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan potensi titik api dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Baca Juga:
Di Tengah Asap Karhutla Pelalawan, Merah Putih Tetap Berkibar
Kapolsek Lawang Kidul IPTU Chandra Kirana mengatakan kolaborasi pencegahan Karhutla akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurut dia, upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Sinergi antara kepolisian, perusahaan, pemerintah desa, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terlebih pada musim kemarau,” ujarnya.
Kewaspadaan juga diarahkan ke sejumlah wilayah dalam cakupan Kecamatan Lawang Kidul, termasuk Desa Darmo dan Desa Keban Agung. Pemantauan bersama dinilai diperlukan untuk mengantisipasi munculnya titik api yang berpotensi meluas.
Baca Juga:
Polres Fakfak Gelar Apel Siaga Karhutla, Sinergi Lintas Sektor Dikerahkan Hadapi Musim Kering
PT BAS Siap Dukung Pencegahan
Manajemen PT BAS mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan Polsek Lawang Kidul. Koordinasi dan pemeriksaan lapangan dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan wilayah sekitar tambang tetap aman dari ancaman Karhutla.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT BAS Pangihutan Siboro melalui Humas PT BAS H Akwam mengatakan perusahaan siap memperkuat kolaborasi dengan aparat dan pemangku kepentingan lainnya.