SUMSEL.WAHANANEWS.CO. Pagar Alam – Peringatan kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran perempuan dalam pembangunan, sekaligus menegaskan pentingnya keseimbangan antara kemandirian dan nilai-nilai dasar dalam kehidupan keluarga.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Pagar Alam, Dessy Siska, yang menilai bahwa semangat perjuangan harus terus dihidupkan oleh perempuan masa kini, terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Baca Juga:
Siapa yang Berani Bongkar Mafia Solar?, Gerindra Hadiahi Rp10 Juta
Menurut Dessy, jasa besar Kartini telah membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk memperoleh hak yang setara, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesempatan berkarier.
“Perempuan Indonesia hari ini sudah memiliki kesempatan yang jauh lebih luas. Kita bisa mengenyam pendidikan tinggi, berprestasi, bahkan berkarier tanpa dibatasi oleh perbedaan gender maupun latar belakang,” ujarnya.
Ia menegaskan, kondisi tersebut harus disyukuri dengan cara terus meningkatkan kapasitas diri dan berkontribusi aktif dalam berbagai sektor, mulai dari sosial, ekonomi hingga politik.
Baca Juga:
Gerindra Siapkan Hadiah Rp10 Juta, Siapa Berani Bongkar Mafia Solar?
Dessy juga mendorong perempuan di Kota Pagar Alam untuk tidak ragu mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, perempuan memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang mampu membawa kemajuan signifikan jika diberdayakan secara optimal.
“Semangat Kartini harus kita jaga dengan terus mendorong perempuan agar semakin mandiri, berdaya, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan dan kesuksesan perempuan di ruang publik tidak boleh membuat lupa akan peran penting dalam keluarga. Menurutnya, nilai-nilai tersebut tetap menjadi fondasi utama yang harus dijaga.
“Di tengah kesibukan dan peran di ruang publik, perempuan tetap memiliki peran penting dalam keluarga. Baik sebagai ibu bagi anak-anaknya maupun sebagai istri bagi suaminya, itu tetap menjadi fondasi utama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dessy berharap peringatan Hari Kartini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, melainkan benar-benar dimaknai sebagai pengingat untuk terus belajar, berprestasi, dan berkontribusi.
Ia juga mengajak seluruh perempuan, khususnya di Kota Pagar Alam, untuk terus mengembangkan potensi diri serta memperkuat peran dalam berbagai lini kehidupan.
“Dengan semangat Kartini yang terus hidup, perempuan diharapkan mampu menjadi pribadi yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam menjalankan berbagai peran dalam kehidupan,” pungkasnya.
Peringatan Hari Kartini tahun ini pun diharapkan menjadi titik penguat komitmen bersama dalam mendorong kesetaraan dan pemberdayaan perempuan, demi terwujudnya masyarakat yang lebih maju dan berkeadilan di Kota Pagar Alam.
[Redaktur: Sobar Bachtiar].