Selain kondisi kendaraan, pengemudi juga disarankan menyiapkan perlengkapan darurat. Beberapa perlengkapan yang sebaiknya dibawa antara lain dongkrak, kunci roda, segitiga pengaman, kabel jumper, serta kotak pertolongan pertama.
Persiapan lain yang tidak kalah penting adalah memastikan ketersediaan bahan bakar. Pada masa mudik, antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar sering kali terjadi. Karena itu, pengemudi sebaiknya mengisi bahan bakar sebelum memulai perjalanan.
Baca Juga:
Rencana Pemerintah BBM Campur Etanol 10%, Bos Daihatsu Buka Suara
Di luar faktor kendaraan, kondisi fisik pengemudi juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Pengemudi dianjurkan beristirahat cukup sebelum perjalanan dan tidak memaksakan diri jika mulai merasa lelah.
Apabila tubuh mulai terasa lelah atau mengantuk, pengemudi disarankan berhenti sejenak di rest area untuk beristirahat. Langkah ini penting untuk menjaga konsentrasi selama berkendara.
Dengan persiapan kendaraan yang matang serta kondisi pengemudi yang prima, perjalanan mudik menggunakan kendaraan pribadi diharapkan dapat berlangsung lebih aman. Pada akhirnya, tujuan utama mudik bukan hanya tiba di kampung halaman, tetapi juga memastikan perjalanan berlangsung selamat hingga kembali pulang.
Baca Juga:
Soal Kredit Macet Otomotif, Perusahaan Leasing Buka-bukaan
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)