Melalui pelatihan itu, peserta diperkenalkan teknik mengubah karya tulis menjadi audiobook sehingga dapat disebarluaskan melalui berbagai platform digital. Langkah tersebut dinilai sebagai salah satu strategi memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan konten edukatif.
Selain menyusun agenda organisasi, forum juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan gagasan antarkomunitas literasi. Berbagai usulan yang muncul diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk program kolaboratif yang mampu memperkuat gerakan literasi hingga menjangkau sekolah, taman bacaan masyarakat, dan ruang-ruang publik lainnya di Kabupaten Muara Enim.
Baca Juga:
Arti Kehidupan Perempuan Dimata Laki-Laki Lani
FLSS menilai penguatan jejaring komunitas menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan literasi. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, organisasi tersebut berharap literasi tidak hanya menjadi aktivitas membaca, tetapi juga mampu mendorong lahirnya generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta berdaya saing.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)