SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim – Forum Literasi Serasan Sekundang (FLSS) Kabupaten Muara Enim memperkuat sinergi antarpegiat literasi melalui Rapat Komunitas Literasi yang digelar di Teras Literasi Bunda Janti, Kelurahan Pasar III, Muara Enim, Selasa (16/6/2026). Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk menyusun program kerja sekaligus mendorong inovasi literasi berbasis teknologi digital.
Kegiatan yang diikuti sekitar 20 peserta itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari pengurus FLSS, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Relima, pelajar SMA, konten kreator, relawan muda, komunitas baca, hingga pemerhati pendidikan dan literasi di Kabupaten Muara Enim.
Baca Juga:
Arti Kehidupan Perempuan Dimata Laki-Laki Lani
Ketua FLSS Kabupaten Muara Enim, Eka Fitriani, mengatakan budaya literasi harus dibangun melalui kolaborasi lintas komunitas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Menurut Eka, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui budaya literasi yang kuat, masyarakat diharapkan memiliki daya pikir kritis, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.
"Kami ingin seluruh pegiat literasi bergerak bersama sehingga semangat *Serasan Berliterasi, Sekundang Berprestasi* dapat diwujudkan melalui program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat," ujarnya.
Baca Juga:
Membangun Pendidikan Kontekstual di Kabupaten Lanny Jaya
Dalam rapat tersebut, peserta membahas sejumlah agenda, di antaranya evaluasi dan penyusunan program kerja, analisis SWOT sebagai dasar penyusunan strategi organisasi, hingga pelatihan pembuatan audiobook.
Pelatihan audiobook menjadi salah satu fokus karena dinilai sebagai media literasi yang mampu menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu membaca maupun penyandang disabilitas netra. Inovasi tersebut juga diharapkan mampu mengikuti perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin didominasi platform digital.
Materi pelatihan merupakan implementasi dari pengetahuan yang diperoleh Ketua FLSS saat mengikuti Bimbingan Teknis Pembinaan Komunitas Literasi yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan di Palembang beberapa waktu lalu.
Melalui pelatihan itu, peserta diperkenalkan teknik mengubah karya tulis menjadi audiobook sehingga dapat disebarluaskan melalui berbagai platform digital. Langkah tersebut dinilai sebagai salah satu strategi memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan konten edukatif.
Selain menyusun agenda organisasi, forum juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan gagasan antarkomunitas literasi. Berbagai usulan yang muncul diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk program kolaboratif yang mampu memperkuat gerakan literasi hingga menjangkau sekolah, taman bacaan masyarakat, dan ruang-ruang publik lainnya di Kabupaten Muara Enim.
FLSS menilai penguatan jejaring komunitas menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan literasi. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, organisasi tersebut berharap literasi tidak hanya menjadi aktivitas membaca, tetapi juga mampu mendorong lahirnya generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta berdaya saing.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)