Di sisi lain, masyarakat dan pedagang berharap agar PTM Nendagung yang baru saja direvitalisasi dengan anggaran sekitar Rp7,5 miliar benar-benar menjadi pasar yang bersih, nyaman, dan tertata dengan baik.
Mereka menilai, kedepan aktivitas yang berpotensi menghasilkan limbah besar, seperti tempat pemotongan hewan maupun penggilingan daging bakso, seharusnya tidak lagi berlokasi di dalam area pasar.
Baca Juga:
Wujudkan Kemandirian Difabel, PLN UID Jakarta Raya Resmikan "Akademi Batik Tuli's" di Rumah Batik Palbatu
“Pasar ini diharapkan menjadi ikon pasar modern yang bersih dan sehat, bukan malah menimbulkan persoalan lingkungan,” ujar salah seorang pedagang.
Dengan selesainya pembangunan IPAL dan penataan aktivitas usaha di dalam pasar, PTM Nendagung diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
[Redaktur: Sobar Bachtiar]
Baca Juga:
DLH Pastikan IPAL PTM Nendagung Segera Diselesaikan, Limbah Bakso Disebut Bersifat Sementara