Percepatan penyediaan jalan hauling khusus harus menjadi proyek darurat daerah. Bukan lagi rencana jangka menengah, tetapi agenda penyelamatan ekonomi. Skema transisi juga wajib dibuka, jalur terbatas, pengaturan waktu, atau kebijakan relaksasi sementara yang tetap menjamin keselamatan publik.
Lebih dari itu, industri tambang yang masih bertahan harus digerakkan untuk menghidupkan kembali fungsi sosialnya melalui CSR yang benar-benar menyentuh pekerja terdampak, bukan hanya papan plang dan foto seremoni.
Jika hari ini tambang mati karena jalan belum ada, maka yang sekarat bukan hanya sektor energi, melainkan kepercayaan rakyat kepada negara. Dan ketika kepercayaan itu runtuh, biaya yang harus dibayar jauh lebih mahal daripada membangun satu ruas jalan hauling.
Baca Juga:
Versi Kodam XII: Ini Kronologi 15 WNA China Serang Prajurit TNI di Tambang Emas Ketapang
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)