SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Muara Enim – PT Manambang Muara Enim (MME) menyalurkan paket bantuan gizi kepada sekitar 1.500 siswa sekolah dasar, PAUD, dan taman kanak-kanak di wilayah sekitar operasional perusahaan melalui program MME Goes To School – Pekan Gizi Sekolah. Program yang berlangsung sepanjang Mei hingga Juni 2026 itu menyasar tujuh satuan pendidikan di Kecamatan Lawang Kidul dan Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Sekolah penerima manfaat meliputi SDN 24 Lawang Kidul, SDN 15 Lawang Kidul, KB PAUD dan TK Tunas Harapan, KB PAUD dan TK Dharma Sejati di Desa Darmo, SDN 14 Lawang Kidul di Desa Keban Agung, serta SDN 04 Tanjung Agung dan SDN 03 Tanjung Agung di Desa Pulau Panggung.
Baca Juga:
Ketua BEM FH UBK Minta Maaf Usai Akui Terima Uang Rp 20 Juta Sebelum Demo
Setiap siswa menerima satu paket bantuan yang terdiri atas susu bubuk, biskuit, dan telur rebus. Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan pada sektor pendidikan dan kesehatan.
Selain mendukung pemenuhan gizi anak usia sekolah, kegiatan itu juga diarahkan untuk mendukung upaya pencegahan stunting dan malnutrisi sekaligus memperkuat pelaksanaan program pemerintah, yakni Makanan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau.
PPM Officer PT Manambang Muara Enim, Fadhila Azizah Rahma, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah pertambangan melalui pendekatan pendidikan dan kesehatan.
Baca Juga:
Bukit Barisan Run Perkuat Solidaritas Karyawan BAS
"Program MME Goes To School Pekan Gizi Sekolah kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi siswa sekolah dasar maupun PAUD dan TK. Kami berharap bantuan berupa susu bubuk, biskuit, dan telur rebus dapat meningkatkan asupan gizi anak sekaligus menumbuhkan semangat belajar mereka," ujarnya, kepada media ini, Senin (6/7/2026).
Menurut Fadhila, perusahaan juga berupaya menyelaraskan program pemberdayaan masyarakat dengan kebijakan pemerintah di bidang pemenuhan gizi bagi anak usia sekolah. Melalui program tersebut, perusahaan ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional.
Respons positif datang dari kalangan sekolah penerima manfaat. Kepala SDN 15 Lawang Kidul, Yulistianah, S.Pd., menilai bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian perusahaan terhadap kesehatan peserta didik.
Ia mengatakan paket gizi yang diterima siswa diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak sehingga dapat belajar dengan kondisi fisik yang lebih baik. Menurutnya, kebutuhan gizi yang tercukupi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
"Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah sehingga semakin banyak anak yang memperoleh manfaat," katanya, Senin (6/7/2026).
Hal senada disampaikan salah seorang siswa SDN 15 Lawang Kidul. Ia mengaku senang menerima bantuan susu, biskuit, dan telur karena dinilai bermanfaat bagi para siswa.
Menurutnya, sekolah mereka hingga kini belum memperoleh program Makanan Bergizi Gratis secara rutin sehingga bantuan tersebut menjadi tambahan asupan gizi yang berarti bagi para pelajar.
Program MME Goes To School menjadi salah satu bentuk implementasi tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan dan kesehatan. Selain memberikan dukungan pemenuhan gizi, program tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi di lingkungan sekolah.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)