SUMSEL.WAHANANEWS.Co,Palembang – Perjuangan PS PERSIME Kabupaten Muara Enim untuk membawa pulang trofi juara Piala Gubernur Sumatera Selatan U-15 2026 harus terhenti di partai final. Setelah melalui pertandingan yang berlangsung dramatis, PERSIME harus mengakui keunggulan PS Palembang melalui adu penalti dengan skor 6-7, seusai bermain imbang 2-2 pada waktu normal di Stadion Bumi Sriwijaya, Sabtu (4/7/2026).
Meski gagal meraih gelar juara, penampilan para pemain muda Muara Enim menuai apresiasi. Sempat tertinggal dua gol pada babak pertama, PERSIME menunjukkan semangat pantang menyerah dengan bangkit pada babak kedua hingga mampu memaksakan pertandingan berlanjut ke adu penalti.
Baca Juga:
Singkirkan Juara Bertahan, PERSIME Melaju ke Semifinal Piala Gubernur Sumsel U-15
Laga final berlangsung dalam atmosfer kompetitif sejak menit pertama. PS Palembang tampil percaya diri dan berhasil memanfaatkan sejumlah peluang untuk mencetak dua gol pada babak pertama. Kondisi itu membuat PERSIME harus bekerja keras mengejar ketertinggalan.
Memasuki babak kedua, permainan PERSIME berubah. Tim asuhan Septaryanto tampil lebih agresif dan berani mengambil inisiatif serangan. Kerja sama antarlini yang semakin padu membuat tekanan demi tekanan berhasil dibangun ke pertahanan PS Palembang.
Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. PERSIME mampu memperkecil ketertinggalan sebelum kembali mencetak gol penyeimbang yang mengubah skor menjadi 2-2. Gol tersebut membangkitkan semangat para pemain dan membuat pertandingan semakin menarik hingga waktu normal berakhir tanpa tambahan gol.
Baca Juga:
PERSIME Juara Grup C, Lolos ke Delapan Besar Piala Gubernur Sumsel U-15
Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Kedua tim sama-sama menunjukkan ketenangan saat menjadi eksekutor. Namun, PS Palembang akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 7-6 dan berhak mengangkat trofi juara, sedangkan PERSIME harus puas sebagai runner-up.
Meski gagal di partai puncak, perjalanan PERSIME sepanjang turnamen layak mendapat apresiasi. Tim berjuluk Laskar Serasan tampil konsisten sejak fase penyisihan grup dengan mencatatkan lima kemenangan beruntun. PERSIME mengawali turnamen dengan kemenangan telak 6-0 atas PERSIBAJA Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), kemudian mengalahkan OKU Timur United 2-0 dan PERSILA Kabupaten Lahat 2-0 untuk menjadi juara Grup C.
Pada babak perempat final, PERSIME membuat kejutan dengan menyingkirkan juara bertahan PS Ogan Ilir melalui kemenangan 2-1. Tren positif itu berlanjut pada semifinal setelah mengalahkan PS PPLP-D Musi Banyuasin 2-0 untuk memastikan tiket menuju final.
Manajer PERSIME, DR Eka Octha Reza SH, MH, MKn, mengatakan hasil pertandingan final tidak mengurangi rasa bangga terhadap perjuangan seluruh pemain yang telah menunjukkan dedikasi dan semangat juang selama turnamen berlangsung.
"Anak-anak telah memberikan kemampuan terbaiknya. Mereka mampu bangkit ketika tertinggal dan berjuang hingga adu penalti. Kami tetap bangga karena mereka telah membawa nama baik Kabupaten Muara Enim dan menunjukkan bahwa sepak bola usia muda daerah ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang," ujarnya.
Pelatih PERSIME, Septaryanto, menilai pertandingan final menjadi pengalaman berharga bagi para pemain. Menurut dia, mental bertanding yang diperlihatkan ketika mampu menyamakan kedudukan setelah tertinggal dua gol merupakan modal penting bagi perkembangan mereka pada masa mendatang.
Ketua KONI Kabupaten Muara Enim, M Zen Sukri, turut memberikan apresiasi atas pencapaian PERSIME sebagai runner-up. Menurutnya, hasil tersebut bukan akhir dari perjuangan, melainkan langkah penting dalam proses pembinaan atlet muda.
"Menjadi runner-up di tingkat provinsi adalah prestasi yang patut dibanggakan. Jadikan hasil ini sebagai motivasi untuk terus berlatih, memperbaiki kekurangan, dan kembali lebih kuat pada kompetisi tahun depan. Kami yakin sepak bola Muara Enim memiliki masa depan yang cerah apabila pembinaan dilakukan secara berkelanjutan," kata M Zen Sukri.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)