"Ke depan, kami ingin melihat dampaknya secara lebih terukur. Para relawan yang mengikuti program akan menjadi bagian dari pengamatan untuk mengetahui sejauh mana konsistensi olahraga dapat memberikan dampak terhadap kondisi kesehatan dan kebugaran mereka," katanya.
Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip leading indicator, yakni melakukan tindakan pencegahan sebelum munculnya masalah. Dalam konteks kesehatan kerja, menjaga kebugaran menjadi salah satu langkah awal untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan di kemudian hari.
Baca Juga:
PAMA, UGM, dan Otorita IKN Hijaukan Nusantara Lewat Penanaman Pohon di Eco-Edu Forest
Ia menambahkan, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor pertambangan tidak hanya berkaitan dengan pengendalian bahaya di area kerja. Kesehatan fisik dan kebugaran pekerja juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan secara berkelanjutan.
"Keselamatan dan kesehatan kerja harus dibangun secara menyeluruh. Tidak hanya bagaimana kita mengendalikan bahaya di tempat kerja, tetapi juga bagaimana memastikan pekerja memiliki kondisi kesehatan dan kebugaran yang baik," tuturnya.
Pemaparan tersebut menjadi salah satu inovasi yang ditampilkan dalam rangkaian uji kompetensi KTT. Bagi Pangihutan, inovasi tidak selalu harus berupa teknologi baru. Gagasan sederhana yang dijalankan secara konsisten dan memiliki tujuan serta indikator yang jelas juga dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dan pekerja.
Baca Juga:
HUT ke-80 Gereja AMIN Diwarnai Fun Run 8K: Wali Kota-Kajari Gunungsitoli Bagi-bagi Hadiah
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)