Di sisi lain, organisasi tersebut juga akan mengembangkan kegiatan di bidang olahraga dan prestasi. Sejumlah agenda seperti senam asma, lomba kesehatan, hingga pembinaan komunitas diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup penderita sekaligus memperluas jangkauan edukasi publik.
“Senam asma bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi bagian dari terapi yang dapat membantu memperbaiki fungsi pernapasan,” ujarnya.
Baca Juga:
PKMP Lawang Kidul Terkendala Lahan, Gerai Koperasi Belum Tersedia
Pada bidang pendidikan dan pelatihan, YAI Muara Enim berencana menggencarkan sosialisasi mengenai asma kepada masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan sekaligus mencegah kesalahan penanganan yang kerap terjadi.
Pembentukan YAI Cabang Muara Enim juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui sejumlah instansi, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta organisasi keolahragaan seperti KORMI dan KONI. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program, baik dari sisi pembinaan maupun anggaran.
Sebagai organisasi sosial, YAI telah berdiri sejak 1986 dan mengalami penguatan kelembagaan pada 1993. Secara hukum, yayasan ini diperbarui melalui Surat Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 2012.
Baca Juga:
Rotasi Dandim 0404 Muara Enim, Letkol Kav Sahid Winagiri Resmi Jabat Komandan Baru
Dalam waktu dekat, kepengurusan YAI Kabupaten Muara Enim periode 2026–2031 dijadwalkan akan dikukuhkan. Dengan terbentuknya kepengurusan tersebut, YAI diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak utama dalam edukasi dan penanganan asma di daerah, sekaligus menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan berbasis komunitas.
(Hendrik Isnaini R)