SUMSEL.WAHANANEWS.Co, Muara Enim – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Muara Enim mendorong pengembangan hilirisasi komoditas nanas di Kecamatan Kelekar sebagai sektor ekonomi baru yang dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional hingga ekspor.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Muara Enim, Iwan Kurniawan mengatakan, selama ini potensi ekonomi nanas Kelekar belum dimanfaatkan secara optimal, padahal komoditas tersebut tidak hanya bernilai dari hasil buah segar, tetapi juga dari limbah daun yang dapat diolah menjadi serat industri.
Baca Juga:
Periode Kedua, David "Jogi" Tambunan Nahkodai Kadin Dairi 2026-2031
“Potensi nanas Kelekar sangat besar. Selain buahnya memiliki nilai jual, daun nanas juga bisa diolah menjadi serat untuk bahan baku tekstil, kerajinan hingga produk bernilai tambah lainnya,” ujar Iwan saat menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Nanas Kelekar UMKM Binaan PT Bukit Asam Tbk di Aula Kecamatan Kelekar, Selasa (19/5/2026).
FGD tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM dan petani nanas. Forum itu membahas strategi penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal melalui pengembangan industri turunan nanas.
Menurut Iwan, tren global terhadap penggunaan bahan ramah lingkungan menjadi peluang strategis bagi pengembangan serat daun nanas sebagai komoditas industri berorientasi ekspor. Permintaan produk tekstil berbahan alami yang terus meningkat dinilai dapat menjadi peluang baru bagi pelaku usaha lokal.
Baca Juga:
Pemkab Sleman dan Kadin Perkuat Sinergi Pengembangan SDM serta Pembinaan UMKM
Ia menilai pengembangan industri serat daun nanas dapat meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus membuka lapangan kerja baru di daerah.
“Kami ingin mendorong transformasi ekonomi masyarakat dari sekadar menjual bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Ini penting agar petani dan pelaku UMKM mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar,” katanya.
Dalam hal pemasaran, Kadin Muara Enim menyatakan siap menjembatani pelaku usaha lokal untuk memperluas akses pasar, termasuk membuka peluang kerja sama dengan pasar ekspor. Upaya tersebut akan dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, penguatan kemasan, standarisasi hingga pendampingan usaha.
Pada kesempatan itu, Kadin Muara Enim juga mengapresiasi kontribusi PT Bukit Asam Tbk yang dinilai aktif mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui program pemberdayaan masyarakat dan pembinaan UMKM.
“Kami mengapresiasi PT Bukit Asam yang selama ini konsisten membantu mendorong perekonomian daerah, mendukung pelaku UMKM serta ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Iwan.
Sementara itu, Asisten Manajer Micro & Small Enterprise PT. Bukit Asam, Wenny Yuliastuti mengatakan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah dan Kadin menjadi langkah penting dalam memperkuat pengembangan UMKM berbasis potensi lokal di Kecamatan Kelekar.
Menurutnya, salah satu fokus pengembangan ke depan adalah pemanfaatan serat daun nanas menjadi produk bernilai tambah ekonomi yang memiliki daya saing pasar.
“Kolaborasi ini penting antara PTBA, pemerintah daerah dan Kadin dalam pengembangan UMKM. Salah satu yang akan dikembangkan yakni serat nanas menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi,” katanya.
Wenny menambahkan, ke depan PT Bukit Asam berencana memfasilitasi pembentukan Sentra Industri Nanas sebagai pusat pengembangan produk berbasis nanas di Kecamatan Kelekar.
Selain itu, PTBA juga akan membantu pengembangan produk dan akses pemasaran melalui program Rumah BUMN guna memperkuat kapasitas pelaku UMKM lokal.
“Kami berharap potensi nanas di Kecamatan Kelekar bisa berkembang lebih besar dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Kadin Muara Enim berharap pengembangan nanas Kelekar dapat menjadi model ekonomi berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing produk daerah di pasar global.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)