Terdapat lima program studi yang dapat dipilih peserta, yakni Teknik Analisis Laboratorium Migas, Teknik Pengolahan Migas, Teknik Eksplorasi Produksi Migas, Teknik Pertambangan Batubara, dan Manajemen Keuangan.
Penerima beasiswa akan memperoleh berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari biaya kuliah selama enam semester, bantuan akomodasi selama tiga tahun, hingga fasilitas pendukung lainnya yang menunjang proses perkuliahan.
Baca Juga:
IPA Convex 2026: PHR Paparkan Keunggulan Operasi dan Inovasi untuk Mencapai Prestasi Produksi Regional 1 Sumatra
Selama lebih dari satu dekade berjalan, program tersebut telah memberikan manfaat bagi puluhan mahasiswa dari berbagai daerah di sekitar wilayah operasi perusahaan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 91 orang telah menerima Beasiswa Hulu Migas.
Manfaat program itu juga dirasakan langsung oleh Allisyah Pebriani, mahasiswa Teknik Analisis Laboratorium Migas asal Desa Patih Galung, Kota Prabumulih, yang menjadi salah satu penerima beasiswa angkatan 2025/2026.
Menurut Allisyah, dukungan pendidikan yang diberikan melalui program tersebut membuat dirinya dapat lebih fokus menjalani perkuliahan dan mengembangkan kemampuan, baik akademik maupun non-akademik.
Baca Juga:
PJTBL Resmi Ditandatangani, PLN Siap Jaga Pasokan Listrik untuk Ladang Minyak Terbesar Indonesia
"Lebih dari bantuan pendidikan, beasiswa ini adalah bentuk kepercayaan yang membuat saya semakin termotivasi untuk berkembang dan berani mengejar cita-cita lebih tinggi," katanya.
(Redaktur: Hendrik Isnaini R)