SUMSEL.WAHANANEWS.CO, Pagar Alam - Ironis, momen libur panjang hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah ribuan wisatawan dari berbagai daerah di Sumatera Selatan bahkan dari Provinsi Bengkulu, Jambi dan Lampung memadati tempat-tempat wisata di Kota Pagar Alam. Hampir semua Hotel, Villa, Penginapan dan Homestay terisi penuh. Sayangnya, di momen seperti ini Villa dan Hotel Wisata Gunung Gare dan Villa MTQ milik Pemkot Pagar Alam yang sekaligus ikon wisata di Gunung Gare malah tutup. Tempat yang biasanya sangat ramai di momen libur panjang, saat ini sepi seperti kuburan, sangat kontras dengan suasana sekitarnya.
Dari informasi yang dirangkum Sumsel.Wahananews.Co, tutupnya Villa Wisata Gunung Gare dan Villa MTQ belum lama, dengan alasan direhab atau diperbaiki. Informasi ini diperoleh saat menghubungi nomor reservasi atau pemesanan villa. Rabu, (2/4/2025).
Baca Juga:
Libur Idul Fitri 1446 H, Homestay di Pagar Alam Banjir Pesanan
“Maaf mas, untuk sementara villa tidak melayani pemesanan, masih dalam perbaikan,” jawabnya.
Dari sumber lain yang tidak mau disebutkan namanya, didapat informasi bahwa penutupan Villa-villa ini atas inisiatif Pemkot Pagar Alam melalui Dinas Pariwisata, dimana kontrak dengan pihak ketiga sebagai pengelola di putus setelah dilakukan evaluasi.
“Setelah dievaluasi pihak Dinas Pariwisata, kontrak diputus atau diberhentikan,” terangnya.
Baca Juga:
Pasokan Normal, Warga Pagar Alam Tetap Sulit Mendapatkan LPG 3 Kilogram
Penutupan Villa MTQ dan Villa dan Hotel Wisata Gunung Gare ini terkesan mendadak, ada beberapa calon tamu yang sudah memesan kamar atau villa untuk liburan Idul Fitri 1446 Hijriah ini harus gigit jari, padahal mereka sudah datang ke Kota Pagar Alam dan terpaksa mencari tempat menginap lain.
Ahmed Alfaridzi (42) warga Palembang yang membawa serta 7 orang anggota keluarganya terpaksa menelan kekecewaan, ketika mendatangi Villa Wisata Gunung Gare untuk check in ternyata villa dalam keadaan tertutup dan sepi. Padahal, menurut Alfaridzi dia memesan villa melalui aplikasi Traveloka sejak bulan Januari lalu dan sudah membayar sebesar Rp 950 ribu.
“Kami sudah memesan villa sejak Bulan Januari lalu dan sudah bayar,” jelasnya kecewa, saat dibincangi di Pos Retribusi Objek Wisata Gunung Dempo, Kamis (3/4/2025).