SUMSEL.WAHANANEWS.CO, Pagar Alam - Memasuki masa libur hari ketiga Lebaran, jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Gunung Dempo Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan mengalami peningkatan signifikan. Ribuan pengunjung yang menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua terpantau mulai memadati jalan sekitar perkebunan teh menuju Tugu Rimau sejak pukul 9 pagi.
Untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas Kapolres Kota Pagar Alam AKBP Erwin Aras Genda, turun langsung melakukan pengecekan kawasan wisata Gunung Dempo, khususnya jalur Gunung Gare - Tugu Rimau.
Baca Juga:
Pasokan Normal, Warga Pagar Alam Tetap Sulit Mendapatkan LPG 3 Kilogram
“Kami memastikan jalur Wisata Gunung Gare - Tugu Rimau tetap bisa dilalui dan aman bagi masyarakat yang hendak berwisata. Petugas sudah kami tempatkan di beberapa titik rawan untuk mengatur arus lalu lintas serta mengantisipasi kemacetan," katanya, Rabu (2/4/2025).
Dalam inspeksi tersebut Kapolres didampingi Kabagops Kompol Herry Widodo, Kabag SDM Kompol Kasmini, Kasi Propam AKP Efriansi, Kasatlantas AKP Herman Romli. Mereka menyusuri jalur utama menuju kawasan Tugu Rimau (1864 MDPL) yang kerap terjadi kemacetan akibat peningkatan volume kendaraan saat musim liburan.
Berdasarkan pemantauan, arus lalu lintas padat merayap karena terjadi peningkatan volume kendaraan. Hingga pukul 14.30 Wib tidak kurang dari seribu lima ratus kendaraan roda empat dan 5 ribu kendaraan roda dua memasuki kawasan wisata Gunung Dempo.
Baca Juga:
Biadab! Ayah Tiri di Kota Pagar Alam Tega Hamili Anak Tiri Hingga Hamil
Untuk mengendalikan kendaraan agar tidak menumpuk, petugas melakukan buka tutup dan pengalihan arus dimulai dari pos retribusi kawasan villa Gunung Gare.
“Petugas terpaksa melakukan buka tutup dan mengalihkan arus ke arah perkantoran Pemkot Pagar Alam agar tidak terjadi kemacetan yang lebih parah,” tambah Kapolres.
Ia mengimbau para wisatawan untuk tetap berhati-hati saat berkendara dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima, mengingat jalur menuju Tugu Rimau memiliki medan yang menanjak dan berkelok. Selain itu masyarakat diminta mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan bersama.