Persoalan BBM hanyalah satu dari sejumlah ironi sektor energi di Muara Enim. Di tengah keberadaan sejumlah pembangkit listrik berkapasitas besar, masyarakat masih mengeluhkan pemadaman listrik berkala. Sementara potensi ekonomi dari pengelolaan sumur minyak tua juga belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat karena masih menunggu kepastian tata kelola yang legal dan berkelanjutan.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa tantangan energi di Muara Enim tidak hanya berada pada sisi produksi, tetapi juga pada aspek pelayanan publik dan pemerataan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga:
Operasi Katarak Gratis Martabe: Harapan Irfansyah Menggapai Mimpi yang Hilang
Harapan warga kini tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim agar lebih aktif memperjuangkan solusi atas persoalan tersebut, baik melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, Pertamina maupun instansi terkait. Penambahan SPBU baru yang beroperasi 24 jam dinilai menjadi salah satu langkah konkret yang dapat segera diwujudkan.
Dengan pasokan BBM yang mudah diakses, layanan yang lebih cepat, serta distribusi energi yang semakin baik, produktivitas masyarakat akan meningkat dan perputaran ekonomi daerah dapat berjalan lebih optimal. Sebab, sebagai daerah yang selama ini menjadi penopang energi nasional, sudah selayaknya masyarakat Muara Enim menjadi pihak pertama yang merasakan kemudahan dalam memperoleh layanan energi.
(Redaktur : Hendrik Isnaini )